JAMBERITA.COM - Ditengah kabut asap ratusan warga dengan menggunakan masker memadati komplek perkantoran Gubernur Jambi di Telanaipura, Jum'at (20/9/2019).
Tidak hanya menggunakan masker mereka juga menyusun rapi puluhan Dum Truk berwarna kuning mulai dari depan gerbang kantor Gubernur sampai dengan Depan Kantor DPRD hingga kelapangan utama Kantor Gubernur.
Ternyata, aksi tersebut merupakan aksi damai dalam bentuk protes atas kekecewaan mereka karena sudah tidak diperbolehkan lagi untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di (SPBU).
Menindaklanjuti aksi ini, pihak DPRD Provinsi Jambi lantas mempersilakan perwakilan sopir masuk untuk berdialog. Pada kesempatan tersebut pihak Dinas ESDM Provinsi Jambi juga ikut hadir.
Koordinator Aksi Edi mengatakan, yang mereka lakukan hari ini bukan demontrasi tetapi hanya menyampaikan aspirasi dan permohonan sebagai rakyat kecil agar bisa dicarikan solusi.
"Ini bukan unjuk rasa, ini permohonan. Kami rakyat kecil, orang susah, mohon diperhatikan. Kami minta keadilan. Mohon (dewan, red) menyampaikannya ke Gubernur,"katanya.
Setelah dipersilahkan masuk oleh dewan untuk berdialog, Edi mengatakan bahwa DPRD menjanjikan akan memfasilitasi aspirasi yang disampaikan para sopir truk dan pihaknya akan menunggu realisasi tersebut sampai dengan sore nanti.
"Kami tunggu hingga jam enam (18.00 WIB, red) sore nanti keputusannya," terangnya.
Lebih lanjut Edi mengatakan, jika memang solar bersubsidi untuk mobil truk seperti yang mereka miliki tidak ada solusi, maka menurut mereka lebih baik hilangkan saja solar dari Jambi.
"Tutup aja solarnya supaya aman. Hilangkan dari Jambi ni karuan nian tidak makan semua," ungkapnya.
Sementara itu, usai melaksanakan rapat kecil bersama anggota dewan lainnya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Candra kembali menemui beberapa perwakilan sopir di depan gedung DPRD. Dirinya menyampaikan solusi jangka pendek, yakni akan melakukan pertemuan dengan Gubernur.
"Apabila nantinya sudah ada kebijakan dari Gubernur maka akan diberikan formulir yang nantinya diisi oleh kalian para supir, dan akan kami data serta cek," katanya.
Sebelum menemui Gubernur, Rocky mengatakan pihaknya siang ini akan mengkaji terlebih dahulu dengan Asisten II dan III, serta Sekda Provinsi Jambi sebagai bahan tindakan awal untuk menghadap Gubernur.
"Kita akan dorong Gubernur untuk mengeluarkan kebijakan ini. Masyarakat yang notabenya adalah usaha jasa mereka sendiri bukan perusahaan, kita membela kepentingan masyarakat tapi kita akan tunggu," jelasnya.
Kemudian ditanya apakah sopir memiliki peluang mengisi SPBU dan mungkinkah melanggar aturan, Rocky menegaskan tetap akan mengkaji kembali terkait aturan dan hukumnya.
"Bisa atau tidaknya, kita juga akan mengkontak teman-teman di luar daerah yang sudah berdampak terhadap ini. Sebab pihak BBH Migas baru akan bersosialisasi minggu depan di pertamina Sumatera bagian Selatan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jambi Harry Andria menyebut jika stok solar di Jambi ada. Namun, katanya, menunggu kebijakan pemerintah. "Solarnya ada. Tapi berapanya nggak ingat saya," katanya singkat.(afm)
Rapat Penanganan Karhutla, Kapolda Jambi: Rubah Pola Pencegahan
Bentuk Kepedulian Dampak Karhutla, DPC PKB Tebo Bagi-Bagi Masker ke Warga dan Siswa MI
BNNP dan Polda Jambi Gagalkan Penyeludupan 3 Kg Sabu di Sarolangun
Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi Bagi-Bagi Masker ke Warga Kota Jambi
Kebakaran di Kawasan UIN Jambi Hampir Merembet ke Fasilitas Kampus
RSUD Raden Mattaher Jambi Didatangi Tim Urologi FKUI-RSCM Jakarta, Ini Tujuannya
Akselerasi Jambi Bebas Korupsi, Gubernur Bentuk Tim Perluasan Desa Antikorupsi!

