Tim Kejaksaan Turun Tangan Cek Proyek APBD 2019, Rahman : Oknum Dewan Diduga Kuat Ikut Bermain



Selasa, 26 November 2019 - 15:29:10 WIB



Tim Kejari saat turun ke lokasi
Tim Kejari saat turun ke lokasi

 JAMBERITA.COM - Tim TP4D Kejaksaan Negeri Kualatungkal, mulai terlihat mondar-mandir mengecek satu per satu, beberapa pekerjaan yang tersebar di 13 Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Ini karena mendekati batas akhir masa pelaksanaan pekerjaan proyek APBD 2019 Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Terkait hasil pengecekan dan pantauan tim Kejaksaan yang turun ke lapangan pada Selasa (26/11/19) siang yang dipimpin Kasie Datun, Heri Susanto dengan didampingi pejabat Dinas PUPR Tanjabbar itu, pihak kejaksaan masih enggan berkomentar banyak.

"Ya, Kasie Datun beliau wakil ketua tim TP4D belum kembali ke kantor," terang petugas piket Kejari Kualatungkal, dikonfirmasi Jamberita.com, Selasa (26/11/19).

Mulai turunnya tim TP4D dari pihak Kejari Kualatungkal tersebut mendapat komentar pedas dilontarkan Ketua LSM Indonesia Anti Korupsi (INAKOR), Rahman.

Ia mengatakan meminta pihak penegak hukum dari Kejaksaan Negeri Kualatungkal menyelidiki siapa pemilik proyek yang diduga melibatkan oknum pejabat daerah.

"Kita minta kejaksaan selidiki siapa pemilik proyek. Saya dengar bahkan ada punya oknum anggota DPRD Tanjabbar yang punya pekerjaan proyek bernilai hingga Miliaran rupiah. Proyek itu berasal dari Dinas Kesehatan, Bina Marga, Dinas Pendidikan dan Perkim. Jadi apa betul punya oknum anggota dewan atau punya siapa harus dicek kebenarannya," kata Ketua LSM INAKOR, Rahman.

Pasalnya, diduga kuat sejumlah oknum anggota DPRD Tanjabbar, kata Rahman, banyak bermain di balik layar menggunakan tangan pihak kedua dan ke tiga mengerjakan proyek yang justru milik oknum wakil rakyat itu.

"Sejauh pengecekan kami di lapangan, ulah dewan itu pintar mereka ambil proyek di ujung kulon (terpencil) yang susah dipantau. Jadi mereka bisa bekerja seenak perut mereka, ada yang harusnya kerja pakai truck mixer, tapi justru pakai molen. Artinya beresiko kualitas pekerjaan tidak akan sesuai standar hasilnya," ujarnya. (Henky)



Artikel Rekomendasi