JAMBERITA.COM- Ketua Umum Gerakan Masyarakat Pendukung Zumi Zola – Fachrori (GMPZo) Rudi Ardiansyah menyampaikan “Refleksi, Koreksi dan Evaluasi terhadap 4 tahun Jambi Tuntas (Zumi Zola-Fachrori dan satu tahun Fachrori Umar menjabat sebagai Gubernur Jambi. Seperti diketahui 4 tahun Jambi Tuntas jatuh pada 12 Februari mendatang.
Ini disampaikannya dalam konfrensi persnya di Djangkobe Cafe, Transito Kamis (6/2/2020).
Menurut Rudi, dirinya memiliki kewajiban untuk menyampaikan evaluasi karena mereka adalah salah satu tim yang memenangkan pasangan ZZ-FU dalam Pilgub sebelumnya. “Masuknya ZZ itu sudah jelas Jambi Tuntas sudah gagal,” kata Rudi.
Tidak ada kemajuan signifikan dalam sejumlah program yang sudah dijanjikan dalam kampanye. Mulai dari satu alat berat satu kecamatan, beasiswa hingga persoalan infrastruktur. Bahkan setahun Fachrori melanjutkan Jambi Tuntas juga masih jauh dari harapan.
Ada beberapa yang menjadi catatan diantara terkait dengan reposisi sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jambi. Dimana, ada beberapa kepala dinas yang dicopot dari jabatannya tanpa alasan yang jelas. Sehingga menyebabkan beberapa dinas harus dipimpin pejabat Plt. “Tentu satu badan menangani dua instansi tidak akan maksimal. Contoh Adi varial ngurusin perhubungan ditambah juga harus berada di Dinas pendidikan,” katanya.
Lalu rehab rumah dinas Gubernur Jambi dengan nilai Rp3,5 Miliar tidak selesai tepat waktu. Ini menunjukkan Kepala Dinas PU tidak mampu mengawasi kinerja Cipta Karya. Padahal proyek ini berada di tengah Kota Jambi yang mudah dipantau. “Apalagi mengawasi program infrastruktur yang jauh dari Kota Jambi,” ucapnya.
Ia juga melihat campur tangan pihak tertentu di luar pemerintahan sehingga mempengaruhi gubernur dalam bersikap dan mengambil keputusan. “Koreksi dan evaluasi adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral GMPZo selaku tim pendukung agar program yang sudah dicanangkan dapat berjalan baik, tepat sasaran dan tuntas,”katanya.
Apalagi apa yang terjadi di Jambi ini sudah menjadi bahan perbincangan di tingkat nasional. "Hati hati. Kita tidak mau, jangan sampai jangan sampai Jambi jadi target OTT jilid dua. Sudahlah jambi sudah tercoreng. Jangan lagi seperti ini. Saya dengar langsung dan dapat informasi. Apa yang sampaikan untuk Jambi kedepan," harapnya.
Namun Ia memberikan catatan positif bagi Fachrori selaku figur pemimpin yang ikhlas. Sikap ikhlas dan tidak neko-neko ini juga yang membawanya menjadi Gubernur Jambi. Namun, tentu ini harus didukung oleh kemampuannya untuk menjalankan tupoksinya dengan benar.(sm)
GEGER! RSUD Raden Mattaher Jambi Mendadak Cari 'Penyembuh Jiwa'? Ini Faktanya
Ubah Nasib Lulusan di Era AI : UBR Jambi Gandeng Guru Besar UTM Bedah Kurikulum OBE
Sambut Demo 'Zona Merah' Jilid IV : Pemkot dan DPRD Kota Jambi Sepakat Surati Presiden
Soal virus Corona, Pemprov Benarkan 4 Orang Warga Jambi Dievakuasi dari China ke Natuna
Sebarkan Virus Kewirausahaan, Fasha Ajak Mahasiswa Bangun Potensi Kerinci
Sambut PWN 2020, DKD Pramuka Jambi Adakan PAW Demi Penguatan Anggota
GEGER! RSUD Raden Mattaher Jambi Mendadak Cari 'Penyembuh Jiwa'? Ini Faktanya
