Tak Ada Jadwal Besuk Karena Protokol Covid19, Lapas II A Jambi Pastikan Kebutuhan Dasar Warga Binaan



Jumat, 05 Juni 2020 - 11:14:56 WIB



Kalapas II A Jambi Yusran (kanan) bersama Ketua DPRD Edi Purwanto (tengah) dan Kepala Kemenkumham Jambi Agus Nugroho Yusuf
Kalapas II A Jambi Yusran (kanan) bersama Ketua DPRD Edi Purwanto (tengah) dan Kepala Kemenkumham Jambi Agus Nugroho Yusuf

JAMBERITA.COM- Sejak diberlakukan tanggap darurat menghadapi wabah covid-19, Lapas II A Jambi suda menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Ini untuk memastikan jika tidak ada warga binaan yang terkena virus ini.

Kalapas II A Jambi, Yusran Saad mengatakan sesuai intruksi pusat, pihaknya sudah menerapkan protokol covid-19 dalam aktivitas lapas II A Jambi. Diantaranya adalah tidak ada lagi jadwal kunjungan di Lapas.

Selain itu, juga diterapkan protokol kesehatan diantaranya memperbanyak tempat cuci tangan, penggunaan hand sanitizer bagi pegawai yang masuk lapas dan tamu, pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker dan soscial distancing.

Apakah sudah ada melakukan rapid test bagi warga binaan? Ysran mengaku belum ada. Namun demikian belum ditemuian adanya warga yang terdeteksi mengalami gejala virus ini. “Kita terus menerapkan protokol. Karena warga binaan tidaka da yang keluar. Sehingga kita wanti petugas yang memang setiap hari pulang pergi untuk menjaga hal ini dengan menerapkan protokol kesehatan agar menghindari wabah ini,” kata Yusran.

Soal perubahan di Lapas sendiri, Yusran mengatakan sesuai instruksi pusat, sudha banyak perubahan yang dilakukan di Lapas dalam rangka memenuhi hak dasar warga binaan.

“Memberikan hak yang mendasar bagi warga binaan, hak dasar diberikan kita fasilitasi, tidak ada yang tidak kita berikan apalagi kita sembunyikan, kita buka secara transpara mulai dari pelayanan kesehatan yakni kita sediakan obat dan dokter, hak pelayanan makan makanan dengan daftar menu yang kami siapkan , hak beribadah, hak olahraga  sebatas kemampuan kita,” katanya menjelaskan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi Agus Nugroho Yusup menambahkan jika di jambi ada 10 lapas dan sejauh ini belum ditemukan kasus terdeteksi virus Covid-19. “Ini yang wajib kita syukuri maka kita terus himbau agar protokol kesehatan terus diterapkan secara disiplin,” katanya.

Ia juga menyinggung soal kondisi lapas yang over kapasitas. Meski sudah ada program asimilasi di masa pandemi covid-19 sehingga ada pengurangan sekian ratus orang.

Untuk mengatasi ini, upaya yang dilakukan dengan berkoordinasi dengan Gubernur Jambi dan DPRD Provinsi Jambi. Dimana, Gubernur sudah menyiapkan 10 hektrar lahan di SPN. Bupati Muaro Jambi juga sudah menyiapkan. “Ya kami memang terus berkoordinasi dengan pemda. Mudah-mudaha menjadi perhatian karena mereka juga warga beliau,” pungkasnya.(sm)



Artikel Rekomendasi