JAMBERITA.COM- Pengamat Hukum dari Universitas Jambi Anshorullah menanggapi langkah hukum yang dilakukan paslon 01, Cek Endra- Ratu.
Anshorullah mengatakan gugatan ke Mahkamah Kosntitusi (MK) merupakan hak pasangan calon. Namun yang digugat harus bisa dibuktikan. Jika tidak akan menjadi sia-sia.
Apalagi dengan UU no 10 tahun 2016. Pertama MK dengan aturan yang baru ini akan memilih gugatan yang lengkap fakta hukumnya. Saat ini ada selisih 11 ribu suara, tentu ini yang harus dibuktikan.
"Sekarang ini C1 sudah dipegang semua kandidat. Juga sudah dilakukan koreksi jika ada kesalahan dalam pleno berjenjang hingga rekapitulasi provinsi. Secara jumlah saya kira tidak ada masalah," katanya.
Bagaimana jika ada dugaan pelanggaran terstruktur, sistematis dan massif? Anshorullah mengatakan ini juga harus dibuktikan apakah mempengaruhi jumlah suara. Jika kasustis tidak bisa. Dia harus menyeluruh.
Makanya, Ia menyarankan dilakukan pendekatan persuasif. Pertama ini akan mendinginkan suasana. Sebagaimana Prabowo menjadi menteri pertahanan di kabinet Jokowi yang merupakanrivalnya di Pilpres.
Ini juga akan membangun komunikasi yang baik. Karena CE tetap menjadi bupati sehingga bisa sinergis membangun daerahnya.(*/sm)
Hari Ketiga Pelatihan Paralegal, Kanwil Kemenkum Jambi Beri Tips Penyusunan Dokumen Hukum
Sinergi Akademik dan Praktik: UNJA dan PN Sengeti Resmi Jalin Kerja Sama Strategis
Perkuat Sinergi, Kanwil Kemenkum Jambi Gandeng FH UNJA Dalami Implementasi KUHP Nasional
Kabar Terbaru dari CE-RATU: Pastikan Gugat Hasil Pilgub ke MK
Al Haris-Sani Unggul di Pilgub Jambi, Bakri: Jambi Dapat Gubernur Baru


Danrem 042/Gapu di Kodim 0419/Tanjab : Jangan Buat Pelanggaran, Apalagi Judol!


