JAMBI- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi berencana melakukan intervensi dua harga komoditi yaitu beras dan minyak sayur dalam rangka menekan angka inflasi di Jambi.
Gubernur Jambi Al Haris di Jambi Senin menegaskan harga pada dua komoditi tersebut dianggap tinggi dan menjadi penyumbang inflasi di Jambi maka upaya kita adalah mencoba mengintervensi dua komoditi tersebut.
Pemprov Jambi dan instansi vertikal lainnya seperti Bank Indonesia dan Bulog akan membantu merancang upaya intervensi terhadap dua komoditi tersebut dengan harapan bisa menekan laju inflasi Jambi kedepannya.
Gubernur Jambi Al Haris juga langsung ikut pada rapat pengendalian Inflasi daerah bersama dengan Kemendagri, di gedung Bank Indonesia cabang Jambi.
Usai acara itu Al Haris mengatakan intervensi tersebut bertujuan agar harga dua komoditi penyumbang inflasi dapat terkendali di pasaran dan Pemprov Jambi sudah bergerak seperti belanja beras lokal, tetapi mungkin belum banyak berpengaruh karena memang jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) masih minim.
"Sementara itu jumlah pengguna beras premium lebih tinggi sehingga belum bisa mempengaruhi penekanan angka inflasi di Jambi," katanya.
Gubernur Al Haris juga mengklaim bahwa jumlah dan stok untuk dua komoditi beras dan minyak sayur di Jambi aman tidak ada masalah namun harganya yang melambung tinggi yang membuat angka inflasi itu ditambah lagi dengan banyak barang yang harganya juga naik.(ant)
Buka Pelatihan, Bupati Anwar Sadat Berharap Produk Lokal Tanjabbar Tembus Pasar Nasional
Akselerasi Jambi Bebas Korupsi, Gubernur Bentuk Tim Perluasan Desa Antikorupsi!
Kanwil Kemenkum Jambi Turun Tangan Dorong Desa Tangkit Baru Jadi Destinasi IG Tourism
Pemkot Jambi "Mewisuda" 293 Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan
Bea Cukai Jambi gagalkan peredaran 1.041 butir obat ilegal lewat paket
Akselerasi Jambi Bebas Korupsi, Gubernur Bentuk Tim Perluasan Desa Antikorupsi!


