JAMBERITA.COM– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan KerukunanBaik, berikut revisi berita dengan penekanan pemerintah daerah sebagai pihak utama yang diminta bertindak: Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, MM, meminta pemerintah daerah lebih proaktif mengendalikan potensi kenaikan harga pangan menjelang pergantian tahun. Menurutnya, stabilitas harga bahan pokok merupakan tanggung jawab strategis pemerintah daerah karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Sutan Adil Hendra menilai, setiap akhir tahun hampir selalu terjadi peningkatan permintaan terhadap komoditas pangan utama seperti beras, cabai, bawang, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya. Tanpa langkah antisipatif dari pemerintah daerah, kondisi tersebut berpotensi memicu lonjakan harga di pasar tradisional maupun modern.
“Pemerintah daerah tidak boleh pasif. Pengendalian harga pangan harus dilakukan sejak awal, mulai dari memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, hingga pengawasan di lapangan agar tidak terjadi penimbunan dan permainan harga,” ujar tokoh yang dikenal luas sebagai bapak beasiswa Jambi tersebut.
Ia menegaskan, stabilitas harga pangan memiliki korelasi langsung dengan inflasi daerah. Jika harga pangan melonjak tajam menjelang pergantian tahun, maka tekanan terhadap daya beli masyarakat akan semakin besar, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah.
Ketua DPD HKTI Jambi itu juga mendorong pemerintah daerah agar mengoptimalkan peran Bulog, BUMD pangan, serta perangkat daerah terkait untuk melakukan langkah nyata, tidak sekadar operasi pasar simbolik. Menurutnya, penguatan cadangan pangan daerah dan efisiensi rantai distribusi jauh lebih penting untuk menjaga harga tetap stabil.
Di sisi lain, SAH mengingatkan agar kebijakan pengendalian harga tidak merugikan petani. Pemerintah daerah, kata dia, harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen, sehingga petani tetap memperoleh harga yang layak sementara masyarakat tidak terbebani lonjakan harga.
“Pemerintah daerah, harus hadir sebagai pengendali dan penyeimbang. Harga harus stabil, petani terlindungi, dan masyarakat merasa aman menjelang pergantian tahun,” tegasnya.
HKTI Jambi berharap pemerintah daerah segera melakukan pemetaan komoditas rawan inflasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar stabilitas pangan di Provinsi Jambi tetap terjaga.(*)
Menembus Keterbatasan, Merawat Integritas: Kisah Inspiratif Prof. Zarkasi Raih Puncak Akademik UNJA
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!
Menkomdigi tegaskan LKBN ANTARA jadi garda terdepan jaga fakta & integritas informasi di era digital
Solidaritas PDI-P Jambi Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumbar
Buka Muswil X Jambi, Mardiono Puji Capaianan 'Fenomenal' Fadhil Arief dan Hurmin
Konsolidasi Gerindra Jambi Sukses, SAH Terus Penguatan Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!



