JAMBERITA.COM– Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr.Ir. HAR Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menegaskan komitmen HKTI Jambi untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara petani, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan.
SAH, yang juga dikenal luas sebagai Bapak Beasiswa Jambi, mengatakan bahwa Jambi memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Selain didukung sumber daya alam yang melimpah, provinsi ini memiliki strategi komoditas seperti padi, jagung, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan yang dapat terus dikembangkan melalui pendekatan modern.
“Ketahanan pangan adalah menopang ketahanan negara. Oleh karena itu, HKTI Jambi siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani. Kolaborasi merupakan kunci agar sektor pertanian semakin maju dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar SAH.
Ia menjelaskan, HKTI Jambi akan terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta kemudahan akses pembiayaan dan pemasaran hasil pertanian. Dengan demikian, petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh harga yang lebih baik dan pendapatan yang lebih layak.
Menurut SAH, dunia usaha memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pertanian yang sehat, mulai dari penyediaan sarana produksi, investasi di sektor hilirisasi, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian Jambi. Sementara itu, perguruan tinggi diharapkan semakin aktif menghadirkan inovasi dan penelitian yang dapat langsung diterapkan oleh petani di lapangan.
“Hilirisasi menjadi langkah penting agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kita ingin petani tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga menikmati manfaat dari proses pengolahan hingga pemasaran produk,” ujarnya.
SAH juga mengajak generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang usaha yang menjanjikan. Dengan dukungan teknologi digital, mekanisasi, dan inovasi, pertanian kini menjadi sektor yang semakin modern, produktif, dan memiliki prospek bisnis yang besar.
Menutup pernyataannya, SAH optimistis sinergi antara pemerintah, HKTI, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menegaskan HKTI Jambi siap berada di garis depan dalam mendukung setiap program pembangunan pertanian demi mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera melalui sektor pangan.(*)
Dua Pengurus Kwarcab Pramuka Tebo Terima Gelar Adat Melayu Jambi
SAH dan Jejak Panjang Pengabdian Membesarkan Partai Gerindra Jambi
Udara Makin Pekat, RSUD Raden Mattaher Jambi Siaga Hadapi Ancaman ISPA
Pemerintah Didesak Sikapi Persoalan PETI di Jambi, Anggota DPRD: Jangan Sampai Jadi Bom Waktu
Waka III DPRD Jambi Minta Kepala Daerah Perjuangkan Program Nasional
Intrupsi di Paripurna, Pansus I DPRD Jambi Desak Gubernur Transparan Soal PI 10% PetroChina
BMKG: Musim Hujan di Jambi Akhir Oktober, Warga Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem Pancaroba

