SAH Minta HKTI Kabupaten Aktif Kampanyekan Stop Membakar Hutan dan Lahan



Selasa, 22 September 2026 - 17:56:27 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, meminta seluruh jajaran HKTI di kabupaten dan kota untuk aktif mengkampanyekan gerakan stop membakar hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat, khususnya kalangan petani.

Menurut bapak beasiswa Jambi yang akrab disapa SAH, pencegahan karhutla harus menjadi gerakan bersama karena dampaknya tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas pertanian, kesehatan masyarakat, serta produktivitas ekonomi daerah.

“HKTI harus hadir di tengah petani. Saya meminta seluruh jajaran HKTI kabupaten dan kota untuk aktif memberikan edukasi agar masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegas SAH.

Ia mengatakan, petani memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan karena aktivitas pertanian sangat bergantung pada kondisi ekosistem yang sehat. Karena itu, menurutnya, pencegahan karhutla harus dibangun melalui kesadaran dan edukasi yang berkelanjutan.

SAH juga mendorong pengurus HKTI di daerah agar tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi ikut mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan pemahaman mengenai alternatif pengelolaan lahan tanpa bakar. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya menjaga lingkungan tetap sejalan dengan kebutuhan petani dalam mengelola lahan produktif.

“Prinsipnya sederhana, kita ingin petani tetap produktif, tetapi lingkungan juga harus dijaga. Jangan sampai pembukaan lahan hari ini justru menimbulkan persoalan bagi masyarakat dan generasi berikutnya,” ujarnya.

SAH menambahkan, kampanye stop membakar hutan dan lahan harus dilakukan secara konsisten hingga tingkat desa dan kelompok tani. HKTI, kata dia, dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang ikut membangun kesadaran kolektif dalam mencegah terjadinya karhutla.

“Ini bukan hanya persoalan pemerintah atau aparat. Petani, kelompok tani, organisasi masyarakat dan seluruh elemen harus mengambil bagian. HKTI akan terus mendorong budaya bertani yang produktif sekaligus ramah lingkungan,” pungkasnya.(*)





Artikel Rekomendasi