Ansori Hasan Desak Pemkab Tebo Tarik Pengunduran Diri Tuan Rumah MTQ Jambi 2027



Minggu, 27 September 2026 - 21:29:01 WIB



Foto : Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Bungo-Tebo Ansori Hasan (Kanan)/Bupati Tebo (Kiri)/JMB.
Foto : Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Bungo-Tebo Ansori Hasan (Kanan)/Bupati Tebo (Kiri)/JMB.

JAMBERITA.COM - Anggota DPRD Provinsi Jambi Daerah Pemilihan (Dapil) Bungo-Tebo, Ansori Hasan, menyampaikan penolakan keras terhadap rencana pembatalan Kabupaten Tebo sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Jambi Tahun 2027. Sikap tegas tersebut disampaikan Ansori dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi pada Senin (21/9/2026).

Ansori secara terbuka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo untuk segera menarik kembali surat permohonan pengunduran diri yang telah diajukan ke Pemerintah Provinsi Jambi. "Saya menyampaikan satu hal yang menurut saya sangat penting dan menyangkut harga diri, semangat, serta harapan masyarakat Kabupaten Tebo. Saya tidak setuju apabila Kabupaten Tebo mundur sebagai tuan rumah MTQ Provinsi Jambi Tahun 2027," ujar Ansori di hadapan forum rapat paripurna.

Ansori mengakui bahwa kondisi fiskal daerah dan keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Namun, ia menegaskan persoalan finansial tidak seharusnya dijadikan alasan untuk langsung menyerah dan melepas amanah kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemprov dan masyarakat Jambi.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ tidak hanya dipandang dari besarnya biaya yang dikeluarkan, tetapi juga multiplier effect terhadap efektivitas syiar Islam, pembangunan generasi Qur’ani, hingga pergerakan ekonomi lokal seperti UMKM, pedagang kecil, perhotelan, dan sektor transportasi.

Sebagai solusi, politisi Dapil Bungo-Tebo ini mendorong kolaborasi dan gotong royong lintas sektor untuk mengatasi krisis anggaran tersebut. "Kalau persoalannya adalah anggaran, mari kita cari jalan keluarnya, jangan langsung mencari alasan untuk mundur. DPRD Provinsi, Pemprov Jambi, Pemkab Tebo, DPRD Tebo, dan seluruh stakeholder harus duduk satu meja. Kita hitung kebutuhan secara realistis, pangkas kegiatan yang tidak penting, dan susun skala prioritas," tegasnya.

Ansori juga meminta Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk tidak terburu-buru menyetujui opsi pengunduran diri Tebo, serta membuka peluang dukungan pendanaan melalui APBD Provinsi Jambi Tahun 2027, BUMN, BUMD, maupun sektor swasta.

Ia menekankan bahwa pelaksanaan MTQ tidak perlu dipaksakan secara mewah, melainkan fokus pada konsep yang berkesan, merakyat, dan berdampak langsung pada masyarakat. "Tebo tidak boleh mundur hanya karena kita belum menemukan jalan keluar. Kalau ada masalah anggaran, kita cari anggarannya. Jangan menyerah sebelum seluruh ikhtiar kita lakukan," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi