SAH Minta Pemda Pertahankan Produksi Pangan Jambi, Jangan Biarkan Lahan Produktif Beralih Fungsi



Senin, 05 Oktober 2026 - 18:00:07 WIB



JAMBERITA.COM – Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, meminta pemerintah daerah di Provinsi Jambi menjaga dan mempertahankan produksi pangan sebagai bagian penting dari ketahanan pangan daerah.

Menurut SAH, ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan pasokan di pasar, tetapi juga dari kemampuan daerah mempertahankan kapasitas produksi pangan secara berkelanjutan. Karena itu, keberadaan lahan pertanian produktif, petani, sarana produksi, hingga akses pasar harus menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Produksi pangan harus kita pertahankan. Jangan sampai daerah memiliki lahan pertanian yang produktif, tetapi secara perlahan beralih fungsi sehingga kapasitas produksi pangan semakin berkurang,” ujar SAH.

Ia menilai pemerintah daerah perlu memiliki kebijakan yang konsisten dalam melindungi lahan pertanian produktif sekaligus memberikan kepastian bagi petani agar tetap bertahan dalam usaha tani.

Menurutnya, peningkatan produksi pangan tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis pertanian, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani. Petani harus mendapatkan dukungan melalui ketersediaan pupuk dan benih, infrastruktur irigasi, akses pembiayaan, pendampingan, teknologi pertanian serta kepastian pemasaran hasil produksi.

“Kalau kita ingin produksi pangan tetap terjaga, maka petaninya juga harus sejahtera. Jangan sampai kita berbicara tentang swasembada pangan, tetapi petani justru kehilangan insentif untuk terus menanam,” katanya.

SAH juga mengingatkan pemerintah daerah agar pembangunan ekonomi dan pembangunan kawasan tetap memperhatikan keseimbangan dengan kepentingan sektor pangan. Menurutnya, pertumbuhan kawasan memang penting, tetapi jangan mengorbankan basis produksi pangan yang menjadi penyangga kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan harus berjalan, tetapi lahan pangan produktif juga harus dijaga. Ini bukan pilihan antara pembangunan dan pertanian, melainkan bagaimana keduanya dapat berjalan seimbang,” tegasnya.

Ketua HKTI Jambi itu menambahkan, mempertahankan produksi pangan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Dengan produksi lokal yang kuat, Jambi tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki daya tahan lebih baik ketika terjadi gangguan pasokan, kenaikan harga komoditas maupun perubahan kondisi ekonomi.

Karena itu, SAH mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Jambi memperkuat koordinasi kebijakan pangan dari hulu hingga hilir. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu memastikan program perlindungan lahan, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani berjalan secara berkesinambungan.

“Ketahanan pangan dimulai dari kemampuan kita mempertahankan produksi. Selama petani tetap menanam, lahan produktif tetap terjaga dan hasil pertanian memiliki pasar yang baik, maka fondasi ketahanan pangan daerah akan tetap kuat,” pungkasnya.(*)





Artikel Rekomendasi