JAMBERITA - Dari 2.094 proposal yang masuk, Tim Gacor Mania berhasil menembus 80 tim finalis DIGDAYA X Hackathon 2026, program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang bekerja sama dengan Bank Indonesia, OJK, dan mitra strategis untuk memperkuat talenta digital nasional. Di dalamnya ada Az Zahra Aurellia Alamsyah Putri, mahasiswi Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi (UNJA), yang berkolaborasi dengan tiga mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tim dari tiga kampus ini tampil di Kategori Mahasiswa pada sektor Logistik & Supply Chain.
Para finalis terdiri atas 40 tim Kategori Mahasiswa dan 40 tim Kategori Profesional, yang tersebar di sepuluh bidang inovasi seperti Fintech, Cybersecurity, dan Public Services. Jumlah tersebut mengerucut secara bertahap dari 5.235 peserta pada tahap awal, menjadi 800 tim pada Essential Training, 480 tim pada Practitioner Training, hingga 80 tim pada tahap Capstone Project.
Tim ini mengusung TUNAS.ID, platform agritech berbasis data yang tampil di sektor Logistik & Supply Chain karena fokusnya pada digitalisasi rantai pasok pertanian. Inovasi ini menjawab problem statement “Peningkatan Produktivitas, Ketahanan Pangan, dan Penciptaan Lapangan Kerja” dengan membantu petani menentukan apa yang ditanam, kapan menanam, dan kepada siapa hasil panen dijual sebelum produksi dimulai. TUNAS.ID menyasar persoalan seperti ketidaksesuaian produksi dan permintaan, fluktuasi harga, keterbatasan akses pasar, dan keterbatasan akses pembiayaan petani. Platform ini mengintegrasikan Agri Intelligence System (AIS) yang mencakup Demand Forecasting, Crop Opportunity Analysis, dan Agri Dashboard, serta komponen Direct Farm-to-Market, Digital Contract Farming, dan Investor Monitoring. Data produksi, harga, dan permintaan pasar diolah menjadi analisis yang mendukung keputusan produksi petani.
Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA, Dr. Sigit Indrawijaya, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keikutsertaan mahasiswa UNJA dalam Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) DIGDAYA X HACKATHON 2026 menunjukkan semangat mahasiswa dalam berinovasi dan berkolaborasi lintas institusi.
“Saya merasa bangga melihat mahasiswa Universitas Jambi mampu mewakili UNJA dalam ajang PIDI DIGDAYA X HACKATHON 2026 yang diselenggarakan oleh BI dan OJK serta berkolaborasi bersama tim lintas institusi. Keikutsertaan ini menunjukkan semangat mahasiswa dalam berinovasi, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi atas permasalahan nyata. Terus semangat dan sukses selalu untuk Zahra dan tim dalam mengembangkan TUNAS.ID ke depannya,” ujarnya.
Keempat anggota memiliki peran dan keahlian yang saling melengkapi dalam pengembangan TUNAS.ID. Riki dari Program Studi Teknik Pertambangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berperan sebagai Team Lead & Domain Expert yang mengarahkan pengembangan dan memastikan solusi sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian. Az Zahra berperan sebagai Business Strategist yang menangani model bisnis, strategi pasar, bentuk kerja sama, serta keberlanjutan TUNAS.ID.
Sementara itu, Fian Sheva Adlianta dari Program Studi Teknik Mesin ITS bertugas sebagai Operations & System Analyst yang menganalisis kebutuhan sistem dan menyusun alur operasional. Nabilah Bunga Sulistia dari Program Studi Teknik Informatika ITS berperan sebagai Tech Lead yang mengembangkan teknologi, integrasi data, serta fitur utama platform. Pembagian peran tersebut memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan TUNAS.ID.
Bagi Az Zahra, kompetisi ini menjadi kesempatan menerapkan kompetensi Bisnis Digital dalam solusi berbasis teknologi untuk sektor pertanian, sekaligus mengasah kemampuan merumuskan model bisnis, strategi pasar, dan kolaborasi lintas disiplin. Bagi UNJA, pencapaian ini menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi inovasi digital tingkat nasional, sekaligus bukti bahwa gagasan dari kampus bisa bersaing dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain.(Silvi)
Selengkapnya : www.unja.ac.id
Keluarga Korban Ungkap Versi Berbeda Soal Dugaan Pengeroyokan di Titian Teras
Sekda Angkat Bicara Terkait Kasus Dugaan Pengeroyokan di Titian Teras hingga Disdik Turun ke Sekolah
Alarm Bahaya Udara Jambi Menyala, AQI 644, PM2.5 Nyaris 400 : Malam Ini Tembus Level Berbahaya

