JAMBERITA.COM - Setelah 33 tahun mengabdi di Universitas Jambi (UNJA), Prof. Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si. mencapai salah satu puncak perjalanan akademiknya dengan dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 12 Oktober 2026. Pengukuhan berlangsung di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA, Mendalo.
Prof. Syamsurizal merupakan dosen Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UNJA. Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai Guru Besar terbit pada 9 September 2026 dan mulai berlaku pada 1 Oktober 2026.
Pengukuhan ini menjadi pencapaian penting bagi Prof. Syamsurizal, yang memulai karier sebagai dosen UNJA pada 1993. Selama lebih dari tiga dekade, ia mengembangkan keilmuan melalui pendidikan dan penelitian, mulai dari kimia organik bahan alam hingga farmakologi molekuler.
“Pencapaian kegurubesaran ini merupakan hasil dari perjalanan berkarier di UNJA selama 33 tahun. Ini merupakan salah satu pencapaian tertinggi dalam jabatan akademik seluruh dosen,” ujar Prof. Syamsurizal.
Perjalanan akademiknya dimulai dengan menempuh pendidikan sarjana di bidang Pendidikan Kimia di UNJA. Setelah diangkat sebagai dosen pada 1993, ia melanjutkan pendidikan magister di Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan fokus pada kimia murni, khususnya kimia organik bahan alam.
Saat menempuh pendidikan magister, Prof. Syamsurizal berhasil menemukan senyawa bernama Artoindonesianin C yang berasal dari tanaman kelompok nangka-nangkaan. Penelitian tersebut menjadi salah satu pengalaman penting yang mendorongnya untuk terus menggali potensi bahan alam bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan bidang pengobatan.
Ketertarikan terhadap pemanfaatan bahan alam kemudian membawanya melanjutkan pendidikan doktoral di Osaka University, Jepang, dengan mengambil bidang Farmakologi Molekuler. Melalui bidang tersebut, ia mendalami potensi bahan aktif dari tumbuhan agar dapat dikaji lebih lanjut untuk mendukung pengembangan pengobatan.
“Saya ingin agar bahan aktif dan bahan potensial yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Karena itu, saya mengambil bidang farmasi, khususnya Farmakologi Molekuler,” jelasnya.
Memasuki jenjang Guru Besar, Prof. Syamsurizal memandang pencapaian tersebut sebagai tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia berkomitmen membimbing mahasiswa serta mendukung dosen yang sedang mengembangkan karier akademiknya.
Dalam kegiatan penelitian, mahasiswa juga dilibatkan secara langsung di laboratorium agar memperoleh pengalaman dan keterampilan sesuai bidang keilmuan. Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan akademik dan mendorong mahasiswa mengenal proses penelitian.
Selain menjalankan tugas pendidikan dan penelitian, Prof. Syamsurizal turut berkontribusi dalam pendampingan akreditasi perguruan tinggi dan program studi di berbagai daerah. Upaya tersebut menjadi bagian dari keterlibatannya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Bagi Prof. Syamsurizal, perjalanan panjang menuju jabatan Guru Besar tidak terlepas dari kerja keras dan ketulusan. Kedua hal tersebut menjadi prinsip yang terus dipegang selama menjalani karier akademik.
“Kerja keras dan ketulusan. Itu menjadi moto hidup saya ke mana-mana,” ungkapnya.
Ia berharap karya akademik yang dihasilkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa, sesama dosen, dan institusi. Menurutnya, penelitian serta publikasi yang dihasilkan sivitas akademika tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan reputasi universitas.
Setelah 33 tahun mengabdi, pengukuhan sebagai Guru Besar menjadi babak baru bagi Prof. Syamsurizal untuk terus memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap perjalanan akademiknya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan dosen muda untuk terus belajar, berkarya, serta memberikan manfaat melalui ilmu pengetahuan.(Silvi)
Selengkapnya: www.unja.ac.id
33 Tahun Mengabdi di UNJA, Prof. Syamsurizal Raih Puncak Akademik
Kemenag Muaro Jambi Respons Dugaan Kekerasan Terhadap Santri
