JAMBERITA.COM - Penelitian sastra kini semakin berkembang dan membutuhkan perspektif dari berbagai disiplin ilmu untuk memahami karya secara lebih mendalam. Hal ini menjadi sorotan dalam Seminar Nasional bertema “Pendekatan Interdisipliner dalam Penelitian Sastra” yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (UNJA), di Ruang Pertunjukan, Lantai 3 Gedung SSL UNJA, Selasa (20/10/2026).
Seminar ini dihadiri Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Keuangan FKIP UNJA, Dr. K.A. Rahman, M.Pd.I.; Ketua Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, Dr. Dra. Irma Suryani, M.Pd.; serta Koordinator Prodi Sastra Indonesia, Sovia Wulandari, S.S., M.Pd.
Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai perguruan tinggi, yakni Delita Sartika, S.S., M.ITS., Ph.D., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNJA; Dr. Merti Megawaty, M.Pd., akademisi dan dosen Universitas Nurdin Hamzah; Dr. Yenni Hayati, S.S., M.Hum., akademisi dan peneliti dari Universitas Negeri Padang (UNP); serta Dr. Phil. Dewi Candraningrum, M.Ed., akademisi dan dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta yang juga dikenal sebagai aktivis perempuan, aktivis lingkungan, dan seniman.
Membuka seminar secara resmi, Dr. K.A. Rahman mengapresiasi inisiatif Prodi Sastra Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan akademik tersebut. Ia berharap seminar ini dapat memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa, sekaligus memperluas pemahaman mengenai beragam pendekatan yang dapat digunakan dalam penelitian sastra.
“Kami mengapresiasi terselenggaranya seminar nasional ini. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa serta memperluas pemahaman mengenai berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam penelitian sastra,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Dra. Irma Suryani menekankan pentingnya keterkaitan antardisiplin ilmu dalam pengembangan penelitian sastra. Menurutnya, karya sastra dapat dikaji melalui perspektif psikologi, antropologi, sosial, dan budaya sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih luas terhadap makna serta konteks yang melatarbelakanginya.
“Kajian sastra tidak dapat berdiri sendiri, tetapi dapat dikaitkan dengan berbagai disiplin ilmu, seperti psikologi, antropologi, sosial, dan budaya. Melalui keterkaitan tersebut, kita berharap penelitian sastra dapat berkembang dan menghasilkan kajian yang lebih komprehensif,” tuturnya.
Koordinator Prodi Sastra Indonesia, Sovia Wulandari, menjelaskan bahwa karya sastra tidak hanya menghadirkan keindahan bahasa, tetapi juga merepresentasikan berbagai persoalan kehidupan masyarakat. Melalui karya sastra, pengarang dapat menyampaikan kritik sosial, mengangkat persoalan ketidakadilan, hingga menggambarkan isu lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang beragam agar pesan dan makna dalam karya dapat dipahami secara lebih menyeluruh.
“Karya sastra tidak hanya memuat keindahan kata-kata, tetapi juga menyuarakan berbagai persoalan kehidupan, seperti ketidakadilan, kritik sosial, dan bencana alam. Oleh karena itu, karya sastra perlu dikaji melalui berbagai perspektif keilmuan agar makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara lebih luas,” ungkapnya.
Ketua Pelaksana, Yoga Mestika Putra, S.Pd., M.Hum., dalam laporannya menyampaikan bahwa penelitian sastra terus mengalami perkembangan dan tidak lagi terbatas pada satu disiplin ilmu. Keterlibatan berbagai bidang, seperti sosiologi, sejarah, dan budaya, dinilai dapat memperkaya analisis serta menghasilkan penelitian yang lebih mendalam dan komprehensif.
“Penelitian sastra terus mengalami perkembangan dan tidak lagi terbatas pada satu disiplin ilmu. Melalui seminar ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman dan memperluas wawasan peserta mengenai pendekatan interdisipliner dalam penelitian sastra,” ujar Yoga.
Melalui seminar nasional ini, UNJA mendorong dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan penelitian sastra yang terbuka terhadap berbagai perspektif keilmuan. Pendekatan interdisipliner diharapkan mampu menghasilkan kajian yang lebih kritis, mendalam, dan relevan dengan dinamika masyarakat, sekaligus memperkuat pengembangan penelitian sastra di lingkungan perguruan tinggi.(Silvi)
Selengkapnya:www.unja.ac.id
Mahasiswa Demo ke DPRD Jambi Bawa 13 Tuntutan, Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

