JAMBERITA.COM- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menawarkan inovasi berupa rumah anti gempa untuk warga Lombok, NTB. Rumah antigempa ini merupakan karya anak bangsa atau buatan dalam negeri.
"Rumah ini disusun per panel, kalaupun roboh tidak mencelakai penghuni. Karena material ringan yang terbuat dari komposit sandwich. Kalaupun ada yang jatuh menimpa berat panel hanya 2 kilogram. Jadi tidak begitu berbahaya," ucap Direktur Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT Mahendra Anggaravidya, dalam siaran persnya kepada detikcom, Kamis (30/8/2018) seperti dikutip dari detik.com.
Dia menjelaskan posisi rumah ini disambung dalam ikatan yang utuh. Sehingga ketika terkena beban gempa, sambungan tersebut tidak roboh.
"Bahannya sandwich panel buatan BPPT yang bermitra dengan industri lokal. Dalam hal ini BPPT berperan dalam memformulasikan bahan komposit, lalu menyusun desain dan di produksi massal oleh industri lokal. Jadi ya hampir 80 persen TKDN," ujarnya.
Saat diuji simulasi beban gempa, setelah Simulasi Percepatan 2,28 G dalam frekuensi 0,1-10 Hz dengan metode (spectrum) serta kombinasi beban mati, hidup dan angin. Hasil simulasi dan analisis struktur menggunakan SAP2000, menunjukkan struktur tetap aman dengan kombinasi frame dan sandwich. Meski ini sifatnya simulasi, PTM BPPT tengah membuat permodelan bertipe 21 dan 36 rencananya untuk dibawa ke Lombok. Pembangunan rumah komposit ini membutuhkan waktu 1 minggu per unit.
"Selain itu juga kami inginkan ada dukungan khusus yang sifatnya pendanaan, khususnya untuk memperbanyak jumlah unit yang akan dijadikan bantuan," ungkapnya.
Satu unit rumah dirinci olehnya, membutuhkan anggaran sekitar Rp 40 jutaan untuk rumah komposit tipe 21. Sedangkan untuk tipe 36 akan menghabiskan dana Rp 70 jutaan per unitnya.
"Selain kedua tipe tersebut, kami juga bisa membuat ukuran yang di kustom. Biaya permeternya dua jutaan. Bisa untuk ukuran besar untuk pembuatan fasilitas umum seperti Puskesmas atau tempat ibadah," urainya.
Sebagai informasi, unit rumah komposit inovasi BPPT ini sudah dipasang dan serah terima di Pemkot Bogor, di Kelurahan Pasir Jaya. Sebagai mitra adalah BPBD Kota Bogor, yang bertujuan untuk memiliki wilayah tanggap bencana dalam bentuk hunian sementara, yakni dua unit rumah tipe 3x4 dan 5x6. Saat ini rumah tersebut masih kokoh dan difungsikan sebagai fasilitas umum oleh pemerintah setempat.(*/sm)
Adem.... Pelukan Bertiga Jokowi-Prabowo dengan Hanifan, Peraih Medali Emas Pencak Silat
Cium Ada Pejabat Minta Tiket Asiangames Gratis, KPK Sebut Itu Gratifikasi
SAH Sayangkan Teguran Bangku Kosong Dari Komite Olimpiade Asia Pada Inasgoc
Penyehatan Garuda Perlu Kontinuitas, Ihsan Yunus: Dirutnya Jangan Diganti Melulu
Saran Hapus Barcode BBM Kendaraan Mati Pajak, Sikap Ketua DPRD Jambi Dikritik Pengamat Hukum



