JAMBERITA.COM-Curah hujan begitu deras di wilayah jujuhan pada hari jumat 2 November 2018 sejak sore membuat debit Sungai Batang Asam dan Jujuhan naik.
Naiknya debit air Sungai Batang Asam dan Jujuhan membuat tujuh titik lokasi teredam banjir. Selain itu sebagian jalur transportasi darat juga terputus.
Adapun titik lokasi terendam banjir yakni Dusun Pulau jelmu, Balai panjang, Tanjung belit, Rantau ikil ,Ujung tanjung, Sirih sekapur dan Rantau panjang. Dimana, kisaran tinggi air hingga empat meter hingga ada yang meratakan pemukiman warga.
Hasil pantauan media ini di lokasi banjir pada hari sabtu 3 november 2018 jam 00.6 pagi Jembatan Beton Tanjung Belit tenggelam. Balai panjang air sedalam 3 meter di jembatan senikat dan akses hanya menggunakan perahu dan ban karet.
Selain akses transportasi, fasilitas pendidikan dan sarana ibadah juga rata dengan air. Akibatnya ratusan anak-anak sekolah jujuhan yakni SMP Negeri 05 dan SD/N 120 desa pulau jelemu diliburkan.
Saat ini sebagian korban banjir dan harta benda telah diungsikan di tenda darurat dan rumah warga yang berada di dataran tinggi.
Niryeni Datin, Rio Pulau Jelmu mengatakan warga butuh makanan. Sejak malam tadi belum dapat makan,
Masyarakat juga butuh perahu karet untuk akses transportasi warga untuk menyelamatkan harta benda mereka,"ujar Neryeni.(rena)
Hadapi Tanah Rawa, Satgas TMMD Tak Menyerah Selesaikan Target
Satgas TMMD Beri Penyuluhan tentang Pentingnya Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
Badan Jalan Tertimbun 3 Mater Karena Longsor, Jalan Sungai Deras-Sungai Tutung Tak bisa Dilewati
Banjir Landa Kecamatan Depati Tujuh, Warga: Rendam Ratusan Rumah, Ini Terparah!
Satgas TMMD 103 Beri Penyuluhan Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekitar
Promosikan Produk Unggulan Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Rakor Video Indikasi Geografis

