2.349 Bayi di Tanjabbar Diberi Vaksin, Begini Penjelasan Dinkes



Kamis, 04 Juli 2019 - 14:21:06 WIB



JAMBERITA.COM - Antisipasi penularan virus Hepatitis B meluas, Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat mengklaim 2.349 bayi berusia 0 sampai 7 hari telah diberikan vaksin HB0, yang tersebar di 16 puskesmas di 13 kecamatan di Tanjab Barat, Jambi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar Andi Pada, M.Kes melalui Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit , P2P dr Johanes J Sitorus mengatakan, Dinkes Tanjabbar menemukan 9 penderita Hepatitis B pada ibu hamil. "Penderita ini sempat terdeteksi di lima puskesmas di Kabupaten Tanjabbar," terang dr Johanes, Kamis (4/7/2019).

Dari data yang dimiliki Dinkes Tanjabbar diketahui bahwa ibu hamil pengidap Hepatitis B ini sempat ditangani di Puskesmas I Kualatungkal, Puskesmas Pijoan Baru Tebing Tinggi, Puskesmas Purwodadi dan Puskesmas Lubuk Kambing Kecamatan Renah Mendaluh.

Johanes menyebut, pihaknya tidak tinggal diam dan sudah melakukan evaluasi terhadap penderita dan calon bayinya. Tak hanya itu, evaluasi serta penanganan dini juga dilakukan terhadap lingkungan sekitar penderita.

Sembilan ibu hamil yang menderita Hepatitis B ini adalah data di triwulan pertama ditemukan dari 700 ibu hamil yang diperiksa.

"Sudah kita evaluasi dan pantau perkembangan. Kita juga menghimbau agar membatasi kontak person dengan keluarga melalui alat makan dan sebagainya. Karena ini cenderung menular," ujar Johanes.

Dikatakan Johanes, penanganan hepatitis ini menjadi program rutin setiap tahun. Mulai dari pemberian vaksin kepada Bayi (HB 0), ibu hamil (vaksin HBIG) dan anak sekolah.

Sejauh ini, kata Johanes, keadaan darurat penanganan hepatitis belum ada intruksi pusat melalui surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI.

"Kita masih lakukan protap, meski surat edaran menteri belum ada. Karena kasus ini hanya mencolok di Pulau Jawa, di daerah kita belum ada yang terlalu signifikan," kata dia.

Untuk diketahui, kata Johanes, Hepatitis B penularannya cukup cepat, terutama melalui air liur yang terkontaminasi melalui alat makan. Hepatitis B bisa terjadi jika penderita memiliki riwayat hepatitis A.

Ditambahkannya, sembilan pengidap Hepatitis ini sebagian sudah diberikan pencegahan untuk dirawat di Puskesmas, sebagian di rumah sakit.
"Kita pantau terus, jangan sampai meluas penyebarannya. Apalagi sampai naik ke level Hepatitis C. Sebab kalau sudah naik di stadium ini akan butuh penanganan lebih serius," tandasnya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi