JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Fachrori Umar bersama unsur pimpinan Forkompinda hadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2019).
Fachrori menyatakan Provinsi Jambi dengan luas daratan 4.882.857 hektar memiliki kawasan hutan seluas 2.098.535 hektar atau 42,98 persen. Keanekaragaman hayati sumber daya hutan menjadikan provinsi ini sebagai salah satu wilayah yang memegang peran penting dalam pengelolaan sumber daya hutan di Indonesia.
"Luas wilayah 53.435,92 km luas daratan 489,89,98 km terdiri dari 9 Kabupaten 2 Kota 141 Kecamatan dan 1399 desa dan 163 Kelurahan," ungkapnya dalam laporan pengendalian dan penanganan Karhutla Pemprov Jambi Tahun 2019.
Kekayaan sumber daya alam hayati yang di memiliki Provinsi Jambi tersebut telah mengalami berbagai tekanan, salah satunya disebabkan oleh bencana berupa kebakaran hutan dan lahan. Untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan Pemprov Jambi telah melakukan langkah konkrit dengan mensinergikan seluruh stakeholder melibatkan dunia usaha LSM dan masyarakat.
Fachrori menututurlan bahwa kawasan hutan Provinsi Jambi luasannya berdasarkan SK menhut nomor 863/menhut-II/2014 adalah 2.098.535 hektar atau 42,98 persen dari luas daratan seluas 4.882.857 hektar. Itu terdiri dari kawasan hutan suaka alam atau kawasan pelestarian alam 685,471 Ha, hutan lindung 179,588 Ha, Hutan Produksi terbatas 258.285 Ha, Produksi tetap 963.792 Ha, Produksi konversi 11.399 Ha dengan jumlah 2.098.535 Ha.
"Potensi lahan gambut kurang lebih 617.562 Ha, terdiri dari Muaro Jambi seluas 266.054 ha, Tanjabtim, 181.237 ha, tanjabbar 141.219 ha, Sarolangun 26.583 ha, Merangin 2.109 ha, kota Jambi 360 ha," terangnya.
Daerah rawan Karhutla tahun 2019 ini grapik hotspot menunjukkan tertinggi di wilayah Kab Muaro Jambi, berdasarkan pantauan sensor modis satelit tera Aqua dan Suomi NPP 4 Agustus kemarin terdapat 133 titik hotspot. Tanjabbar 46 titik, Tanjabtim 18 titik, Sarolangun 28 titik, Merangin 22 titik, Tebo 27 titik, Bungo 16 titik, Batanghari 20 titik, Kota Sungai Penuh 3 titik dan Kerinci 5 titik.
"Luas lahan terbakar perkantoran di Provinsi Jambi terbanyak di Muaro Jambi yakni seluas 110,70 Ha, Sarolangun 90,82 ha, Batanghari 47,70 Ha, Tanjabtim 29,87 ha, Merangin 27,70 Ha, Bungo 24,000 Ha, Tebo 16,00 ha, dan Tanjabbar 10,22 Ha dengan total seluas 357,01 Ha," ujarnya.
Sementara untuk permasalahan karhutla dan solusi mengatasinya, sebut Fachrori luasnya lahan yang terbakar menyulitkan personil dan upaya pemadaman diatasi dengan patroli rutin dan memanfaatkan personil yang ada serta bekerjasama dengan unsur terkait.
"Lokasi kebakaran yang sulit dijangkau karena tidak adanya akses jalan kendaraan untuk melakukan pemadaman dapat diatasi dengan water bomming," katanya.
Karakteristik lahan gambut menyebabkan api sulit dipadamkan secara tuntas hal ini dapat diatasi melalui pembahasan (Wetting) dengan cara dengan penyiraman secara terus-menerus dan musim kemarau panjang menyebabkan terbatasnya sumber air diatasi dengan mencari sumber air yang ada dan penyediaan embung portable dan mobil tangki yang dapat dibawa masuk ke lokasi kebakaran.
"Kondisi cuaca panas dan angin yang kencang memudahkan kebakaran lahan lain diatasi dengan pembuatan sekat, dan masih banyak masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar diatasi dengan patroli untuk mengantisipasi pembakaran dan melaksanakan sosialisasi serta anjangsana kepada masyarakat," sebutnya.
Pelaksanaan operasi satgas gabungan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah provinsi Jambi merupakan bentuk peran dan tanggung jawab satgas gabungan untuk melindungi masyarakat dari bencana, khususnya bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah secara optimal dilaksanakan dengan melibatkan dinas terkait dengan segala daya dan upaya upaya personil dan peralatan.
"Mohon sinkronisasi dan dukungan dari Kementerian terkait melalui program-program yang berkaitan dengan upaya pencegahan serta membantu masyarakat yang ada di wilayah rawan karhutla melalui program Kementerian dalam pencegahan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan," jelasnya.
Hadir dalam rakornas tersebut, Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi Kol. Arh Elphis Rudy, M.Sc, Kapolda Jambi Irjen. Pol. Muchlis AS, Bupati Batanghari Sahirsyah, Bupati Muaro Jambi Hj. Masnah Busro, Bupati Sarolangun Cek Endra, Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Harianto, Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial, Wakil Bupati Tebo Syahlan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jambi Bachyuni, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Bastari, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jambi Johansyah.(afm)
Lomba Desa Tingkat Nasional di Jakarta, Provinsi Jambi Targetkan Peringkat Satu
Nah, Polda Jambi Akan Lakukan Razia Kendaraan di Jambi Selama 20 Hari
PUPR Kebut Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Jambi di Dalam Kota
Pasca Penangkapan Kelompok SMB, Para Temenggung Warga SAD Datangi Mapolda Jambi
Gubernur Al Haris Ikut Raker Bersama Komisi II DPR RI - Mendagri, Ini yang Dibahas!


