Pasca Penangkapan Kelompok SMB, Para Temenggung Warga SAD Datangi Mapolda Jambi



Selasa, 06 Agustus 2019 - 10:44:51 WIB



JAMBERITA.COM- Pasca penangkapan kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) sejumlah Temenggung Suku Anak Dalam (SAD) datangi Mapolda Jambi, Senin (5/7/2019).

Kedatangan mereka untuk menjenguk beberapa orang dari 59 tersangka yang tergabung dalam kelompok SMB.

Dimanáa 10 orang merupakan warga SAD yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan tersebut.

Kapolda Jambi melalui Direktur Reskrimum, Kombes Pol Edi Faryadi mengatakan jika warga SAD yang ditahan diperlakukan dengan khusus mulai dari mandi makan hingga di lakukan pendampingan psikologi.

"Temenggung sudah melihat langsung dan mengobrol langsung dengan keluarga Temenggung di sini. Mereka kita perlakukan khusus," ungkapnya.

Untuk kondisi dan kebutuhan kelompok yang keluarga yang saat ini ditahan, Direskrimum akan segera berkoordinasi dengan Tim Terpadu (Timdu) untuk mencari solusinya. Dalam waktu dekat ini akan menyambangi tempat Temenggung SAD.

"Dalam waktu dekat ini kita akan turun langsung ke tempat Temenggung. Kita akan jelaskan kepada keluarga di sana kalau keluarga yang ditahan di sini kita pelaku dengan baik," katanya.

Selanjutnya, pendamping Ketumenggungan dari Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) Ahmad Firdaus mengatakan, kedatangan mereka ke Polda Jambi untuk memastikan jika warga SAD dampingan mereka benar-benar ditahan di Mako Polda Jambi.

"Sekarang Ketumenggungan sudah puas, mereka sudah melihat langsung keluarga mereka dan ini akan mereka sampaikan ke keluarga mereka di dalam (hutan) jika keluarga yang ditahan kondisinya sehat dan baik-baik," jelasnya.

Kedatangan para Temenggung ini sempat disambut dengan tangisan pilu bagi para SAD yang diduga menjadi korban SMB yang ditahan di Mapolda. Mereka temenggung yang datang yakni Apung, Tupang Besak, Bujang Itam dan Jilitai ini langsung dipeluk oleh warga SAD.

Selain untuk menjenguk keluarga mereka, kedatangan Ketumenggungan ini bertujuan untuk beraudiensi dengan Kapolda Jambi.

Tidak itu saja, kedatangan Ketumenggungan ini untuk mengklarifikasi terkait dugaan keterlibatan keluarga mereka dengan kelompok SMB.

"Kedatangan kami ke sini untuk memastikan jika keluarga kami ditahan dan diperlakukan dengan baik. Alhamdulillah, mereka semua sehat dan baik, "kata Temenggung Apung di ruang penyidik Direskrimum di lantai tiga Polda Jambi.

Ketumenggungan menyampaikan kepada pihak kepolisian jika mereka sangat mendukung penuh kinerja pihak kepolisian dalam menangani kasus SMB tersebut. "Kami sangat berterimakasih kasih kepada bapak polisi yang telah menangkap ketua maupun anggota SMB. Walaupun ada keluarga kami yang ditahan di sini, kami tetap percayakan jika bapak memperlakukan keluarga kami dengan baik, dan itu telah kami lihat langsung,"kata Temenggung Tupang Besak

Ketumenggungan juga mengatakan jika mereka tidak terlibat maupun tergabung dalam kelompok SMB. "Kami diancam akan dibunuh oleh anggota SMB jika ke luar dari lokasi SMB. Jadi kami ketakutan sekali. Kami ada di sana bukan berarti kami bergabung dengan mereka, "ujar Tupang menjelaskanah.

Pasca insiden SMB, Tupang berkata ada sekitar 40 orang warga dia atau sekitar 14 KK yang mengalami trauma dan lari ke dalam hutan. Kondisi keluarganya tersebut saat ini mulai sakit-sakitan. "Kami juga tidak punya makanan untuk dimakan. Kami tidak punya rumah, tidak punya pakaian dan peralatan masak. Sekarang anak-anak kami tinggal di bawah pohon sawit, "katanya.

Untuk itu, Tupang berharap agar pihak kepolisian maupun pihak terkait untuk membantu keluarganya. "Kami butuh makanan untuk dimakan. Kami juga butuh pakaian dan tempat berteduh," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi