SMK Asy’ariyah Bersama Dosen Fakultas Pertanian UNJA Gelar Pelatihan Aplikasi MOL



Kamis, 05 September 2019 - 10:48:20 WIB



Siswa sedang mengaplikasikan Mikro Organisme Lokal (MOL) pada bibit kelapa sawit dan melakukan pengamatan perkembangan bibit di lahan percobaan SMK Asy’ariyah.
Siswa sedang mengaplikasikan Mikro Organisme Lokal (MOL) pada bibit kelapa sawit dan melakukan pengamatan perkembangan bibit di lahan percobaan SMK Asy’ariyah.

MUARO JAMBI - Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah mikro organisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair.  Bahan dasar untuk fermentasi larutan MOL dapat berasal dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga. Karbohidrat sebagai sumber nutrisi untuk mikroorganisme dapat diperoleh dari limbah organik seperti air cucian beras, singkong, gandum, rumput gajah, dan daun gamal.  Sumber glukosa berasal dari cairan gula merah, gula pasir, dan air kelapa, serta sumber mikroorganisme berasal dari kulit buah yang sudah busuk, terasi, keong, nasi basi, dan urin sapi (Hadinata, 2008). 

Program pelatihan atau pengabdian masyarakat yang didanai oleh Fakultas Pertanian Universitas Jambi yang diperuntukan kepada Tim Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi yang lulus seleksi proposal penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut sangatlah bermanfaat bagi kami (SMK Asy’ariyah) dan salah satu proposal yang didanai tersebut diketuai oleh Ibu Ir. Ardiyaningsih Puji Lestari, M.P beserta tim Dosen lainnya  dengan judul “Peningkatan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Melalui Penggunaan Mikro Organisme Lokal (MOL) Di Desa Ibru Muaro Jambi” dan telah melaksanakan pelatihan atau pengabdian masyarakat berkaitan dengan pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) yang berbahan dasar Rebung Bambu, Bonggol Pisang dan Air Beras, di SMK Asy’ariyah Muaro Jambi. Tim Dosen tersebut melakukan pendampingan secara terorganisir kepada siswa, pendidik produktif dan masyarakat Desa Ibru serta melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengabdian di SMK Asy’ariyah.

Pada dasarnya hasil yang diharapkan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah kegiatan pada tahap aplikasi atau implementasi pelaksanaan yang terorganisir dari program yang telah di sosialisasikan agar tidak sia-sia, kemudian harapan yang berkelanjutan dari program pembuatan MOL tersebut adalah mampunya masyarakat secara mandiri dalam penyiapan bahan pupuk organik tanpa ketergantungan terhadap pupuk anorganik (kimia) dan dapat memanfaatkan bahan-bahan tanaman lain sebagai bahan dasar pembuatan MOL yang mudah didapat dan banyak akan ketersediaannya, secara ekonomis ongkos produksi dalam pembuatan MOL tersebut pun terjangkau dan ramah lingkungan.

  Siswa sedang melakukan proses pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL).

 

Dari program di atas sangatlah besar manfaat yang dirasakan oleh terkhusus SMK Asy’ariyah program jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) dan umumnya masyarakat Desa Ibru dikarenakan dengan adanya program pendampingan tersebut telah menumbuhkan rasa penuh tanggung jawab kepada siswa dan masyarakat untuk terus melaksanakan program pembuatan MOL dan siswa dapat melakukan praktek langsung dalam pengaplikasian Mikro Organisme Lokal (MOL) ke tanaman terkhusus bibit kelapa sawit di sekolah. Semoga program-program pengabdian tersebut dapat terus di kembangkan dan lebih besar lagi mendapat dukungan dari pihak perguruan tinggi untuk membuat pengabdian di sekolah-sekolah yang berbasis kejuruan terutama jurusan pertanian dan sejenisnya.(*)

 

Dilaporkan Oleh : M. Anggoro Kasih, S.P



Artikel Rekomendasi