Yunninta Siap Kembalikan Kejayaan Sepakbola Batanghari



Sabtu, 07 September 2019 - 07:40:35 WIB



JAMBERITA.COM- Salah satu bakal calon Bupati Batanghari Hj. Yunninta Asmara, SH menyatakan komitmennya untuk mengembalikan nama besar Batanghari di dunia sepakbola di masa lampau. 

Komitmen dari wanita yang menjabat Wakil Ketua DPRD Batanghari ini tidaklah berlebihan, mengingat dekade awal tahun 90, nama besar Persatuan Sepak bola Batanghari (Persibri) sangat melegenda di Jambi, hampir setiap kejuaraan Gubernur Cup antar tim perserikatan kabupaten kota nama Persibri menjadi momok yang sangat menakutkan tim lainnya.

"Saya ingat dulu Batanghari jika tanding di KONI selalu juara piala Gubernur, bahkan top skorer nya didapat Persibri atas nama Medianto,”ungkapnya di Muara Bulian Kamis (5/9/2019)

Harapan untuk mengembalikan kejayaan Persibri Batanghari ini juga sempat mengemuka pada tahun 2009, 2010 dan 2013. Dimana tim kesayangan Batanghari ini kembali menjuarai Gubernur Cup, namun pasca itu prestasi kembali naik turun, seiring dengan meningkatnya prestasi tim dari daerah lain.

Kebesaran nama besar Batanghari di dunia sepakbola ini cukup membanggakan. Tentunya ini harus terus dipertahankan bahkan menjadi lebih baik dari prestasi yang sudah ada. 

“Tanggung jawab sepakbola tentu ada pada kita semua, khususnya Asosiasi PSSI yang baru dilantik. Nama besar sepakbola di daerah ini menginspirasi saya untuk mengembalikan kejayaan sepakbola Batanghari di masa lampau,” kata Istri dari Bupati Syahirsah ini.

Upaya ini diawali dengan membangun sepakbola Batanghari mulai dari tingkat desa melalui pembagian zona. Untuk mencari juara zona digelar tournamen antar desa. Kesebelasan terbaik di desa bersangkutan akan mewakili kecamatan untuk dipertemukan dengan perwakilan kecamatan di dalam zona tersebut. 

Juara zona ini akan ditanding dengan juara zona lainnya yang dikemas dalam event Liga Batanghari. “Cara ini benar-benar menggali potensi dari bawah, dengan jalan menyediakan satu pelatih untuk satu desa dan merevitalisasi lapangan sepak bola yang ada dalam desa, ungkapnya.

Di bagian lain Yunninta mengakui bahwa sepakbola ini merupakan olahraga mahal. Konsekuensinya, pihaknya harus berusaha mencari dana besar, dengan berharap dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha. 

Untuk itu nanti kita akan duduk bersama PSSI menggandeng perusahaan lokal sebagai sponsor.  “Ketika kita bersama dan bergandengan tangan, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” pungkasnya.(*/sm)





Artikel Rekomendasi