JAMBERITA.COM - Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis As MH menjadi inspektur upacara bendera merah putih di SMA Negeri 05 Jambi di kawasan Telanaipura, Senin (14/10/2019).
Dikatakan Kapolda bahwa upacara hari ini mulai dari Kapolda, Wakapolda dan Isrwasda menjadi pembina di beberapa SMA di Kota Jambi secara serentak yang merupakan hasil rapat bersama dengan Pemprov Jambi.
"Ada yang perlu saya sampaikan dalam pelaksanaan apel upacara pada pagi hari ini pertama tingkatkan silaturahmi guna mewujudkan komunikasi timbal balik yang saling membutuhkan demi tercapainya cita-cita," terangnya.
Kapolda Jambi meminta kepada pelajar SMA Negeri 5 Jambi agar dapat waspada dalam penggunaan media sosial (Medsos) karena hampir seluruh anak-anak sudah memiliki gudget dan bermain Facebook Instagram dan lainnya.
"Apakah Instagram Facebook bermacam-macam tapi yang penting adalah sosial media digunakan dengan cara yang bijak hal-hal yang ada sebagai suatu informasi yang baik dan bisa memberikan kontribusi bagi persatuan kesatuan," katanya.
Kapolda berpesan agar para pelajar dapat menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi tidak memecah belah hubungan antara satu dengan lainnya, ketika mendapatkan suatu informasi yang bakk maka silakan diteruskan kepada yang lain.
"Tapi jika apa yang anda baca anda tidak tahu sumber faktanya, tidak jelas berita tersebut dan mengandung konten yang memprovokasi memecah belah persatuan menimbulkan fitnah, ujaran kebencian, sebaiknya berhenti pada handphone anda," tuturnya.
Karena tidak lain kenapa itu Kalau diteruskan akan menjadi masalah hukum dan menjadi pesakitan terpidana dalam menggunakan media sosial (medsos) sehingga selamat dari yang tidak diinginkan.
"Kemarin kita mendapat suatu tulisan hasil rapat di kemenristek di Jakarta, bahaya radikalisme yang banyak tulisan-tulisan yang masuk ke kampus-kampus termasuk juga sekolah perlu Kita waspadai," jelasnya.
Generasi ke depan harus dibangun dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati, tetap menjalin satu persatuan, kata Kapolda Dinas Pendidikan juga diharapkan dapat memberikan pencerahan-pencerahan dan pemahaman kepada para pelajar.
"Mudah mudahan tidak ada (radikal), kalaupun ada saya kira ini tanggung jawab dinas pendidikan untuk bisa memberikan pemahaman dan pencerahan kepada anak anak sekolah supaya menjadi genarasi yang intelektual, ahklak yang baik, tidak terpapar radikal yang dapat memecahkan satu persatuan," pungkasnya.(afm)
Bupati Batanghari Dampingi Penyerahan Bayi Gia yang Sempat Dijual Ayahnya di Mapolda Jambi
Bayi Usia 8 Bulan yang Diduga Dijual Ayahnya Diselamatkan, Kini Diserahkan Polda Jambi ke Ibunya
Seorang Ayah Kandung di Jambi Tega Jual Bayi 8 Bulan Seharga Rp20 juta
Masalah Gaji Guru Honorer, SAH Berharap Sama Dengan PNS Masa Kerja Nol Tahun
Ketahuan, 9 Napi di Lapas Kelas II A Jambi Coba Kabur Dari Tahanan
Kemas Faried Besuk Jurnalis Metrojambi yang Kini Dirawat di RSU Raden Mattaher
Danrem 042/Gapu : Pencegahan Kunci Karhutla di Provinsi Jambi


