SAH Ingatkan Tanpa Kompetensi, Revolusi Industri 4.0 Akan Memicu Pengangguran



Rabu, 04 Desember 2019 - 08:09:32 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) mengingatkan kemajuan teknologi memiliki dampak positif dan negatif. Termasuk dalam hal ini industrialisasi 4.0 jika tanpa diimbangi kompetensi tenaga kerja justru berpotensi menambah angka pengangguran.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi ini, SAH mengatakan 6 juta sampai 29 juta orang Indonesia harus kembali mengikuti pelatihan untuk jenis pekerjaan yang baru. Untuk itu, SAH berharap 305 Balai Latihan Kerja (BLK) menyikapi persoalan di atas dengan baik.

"Kompetensi pekerja perlu ditingkatkan dengan program triple skilling, yakni skilling, re-skilling, dan up-skilling," ujar SAH ketika memberi paparan dalam Diskusi Ketenagakerjaan di Jakarta (2/11) kemarin. 

Demi mewujudkan hal ini SAH berharap BLK bisa menjadi garda terdepan dalam membangun SDM di masa mendatang, khususnya dalam menghindari atau mengurangi dampak negatif industrialisasi 4.0.

"Kuncinya bagaimana kita membaca dampak dari perubahan tersebut, serta memetakan dampak dari era industrialisasi 4.0 yang sekarang terjadi," ungkapnya. 

Namun SAH menambahkan BLK sendiri tentu tidak bisa dibiarkan sendiri dalam mencetak SDM yang andal dalam era industrialisasi 4.0. Dunia pendidikan dan industri juga harus digandeng. 

Karena menurutnya, persoalan klasik dari bangsa ini adalah gap antara pendidikan dan industri. Selama ini, kalangan industri berkeluh kesah seorang sarjana tidak bisa siap kerja karena tidak sesuai dengan kebutuhan industri atau pasar. Perubahan di dunia pendidikan juga dibutuhkan.

"Dunia kampus atau sekolah juga harus digandeng Kemenaker untuk menghadapi tantangan sekaligus peluang era industrialisasi 4.0," tandasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi