Memasuki Musim Penghujan, Ancaman Banjir Siap Mengintai



Selasa, 17 Desember 2019 - 17:25:45 WIB



JAMBERITA.COM, MUARA SABAK - Ketinggian debit air di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) saat ini telah mencapai 4,70 meter. Hal tersebut dikarenakan bulan Desember tahun 2019 ini telah memasuki musim penghujan yang mempengaruhi ketinggian debit air.

Camat Berbak, M. Yani, saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini ketinggian debit air di Kecamatannya masih dalam kondisi normal, yaitu di kisaran 3,80 meter. Akan tetapi, menurut data terbaru saat ini kondisi air di lokasi tersebut sudah mencapai 4,70 meter.

"Pagi tadi saya memantau di lokasi, kondisi airnya sudah naik sekitar 90 cm," ujarnya.

Camat membandingkan, kalau data yang diperoleh dari pihak Tagana Provinsi Jambi di bawah Kementerian Sosial sama persis dengan data yang terdapat di lapangan. Karena itu, pihak Kecamatan akan meminta data terupdate setiap harinya dari pihak Provinsi Jambi yang nantinya akan dibandingkan dengan data dilapangan.

"Perkiraannya, sekitar bulan Januari 2020 mendatang debit air ini bisa tinggi, karena dipengaruhi dengan curah hujan yang ada di daerah uluan dan Kelurahan Simpang yang merupakan daerah tumpuan tempat curah hujan dengan intensitasnya yang cukup tinggi," ungkapnya.

Selanjutnya ia menjelaskan, untuk wilayah yang ada di Kecamatan Berbak yang rentan banjir hampir terdapat di semua Desa, kecuali Sungai Palas.

"Karena wilayah itu masuk daerah pasang surut. Sedangkan Telago Limo, Sungai Rambut, Rawasari, Rantau Makmur dan Kelurahan Simpang memang sudah langganan banjir. Dipresentasikan, debit air kedepannya akan terus naik," jelasnya.

Sementara itu, Rahmad Hidayat, selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanjabtim menyebutkan, saat ini kondisi di Kecamatan Berbak sudah masuk siaga tiga.

"Berdasarkan ketinggian air ini, Pemerintah sudah menaikkan status menjadi siaga Tiga," sebutnya.

Kondisi ini selanjutnya perlu menjadi perhatian serius. Karena sudah menjadi ancaman serius yang berpotensi terjadi di Tanjabtim. Karena ancaman banjir rob ini bisa terjadi di akhir tahun dan awal tahun.

"Jika ini terjadi, dipastikan kawasan pemukiman seperti di Kampung Laut, Nipah Panjang, Pemusiran dan Sabak Timur akan tergenang air. Hanya saja genangan air sifatnya hanya sementara. dan air kembali susut saat air laut dan air sungai surut," pungkasnya. (ipn)




Tagar:

# TANJABTIMUR

Artikel Rekomendasi