Raker Dengan Kemenaker, SAH Minta Ada Percepatan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja



Rabu, 18 Desember 2019 - 08:38:54 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) dalam Raker Evaluasi Pelaksanaan APBN Ketenagakerjaan 2018 serta penyerapan APBN 2019 menilai belum ada percepatan dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja di tanah air.

"Anggaran Kementerian Ketenagakerjaan 2019 naik sekira Rp 1,7 triliun dari Rp 4 triliun menjadi Rp 5,7 triliun, namun saya melihat belum ada korelasi yang signifikan anggaran ini terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja di tanah air,” kata SAH saat menghadiri Rapat Kerja Komisi IX dengan Kementerian Ketenagakerjaan (16/12) kemarin di Jakarta.

Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI dari Provinsi Jambi itu karena tuntunan kompetensi dunia kerja yang belum sebanding dengan anggaran yang dikucurkan. "Kemenaker seharusnya fokus menggenjot peningkatan kompetensi di masyarakat,” lanjut SAH.

Dalam hal ini SAH mengatakan, program andalan dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) tetap percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja, sertifikasi profesi, serta membangun kewirausahaan di kalangan anak muda.

“Terobosan yang baru yakni komitmen pemerintah terhadap pesantren dan masyarakat di sekitar pesantren melalui pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas. Tahun 2019, dianggarkan Rp 1 triliun," ungkapnya. 

Dampak dari peningkatan anggaran itu, pelatihan BLK di pemerintah pada 2018 sekitar 136.724 orang dan akan ditingkatkan pada 2019 menjadi 215.344 orang, namun target ini jangan dipandang secara kuantitas saja namun juga harus memperhatikan kualitas dari tenaga kerja, ungkapnya.

Sehingga ke depan SAH meminta pemerintah melibatkan masyarakat baik lembaga pelatihan kerja swasta maupun komunitas untuk pelatihan, termasuk pelatihan untuk pekerja migran Indonesia, termasuk dengan menggandeng dunia industri, agar ada link and match antara pelatihan dan kebutuhan dunia kerja.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi