JAMBERITA.COM- Lokasi karhutla di dominasi di lahan konsesi perusahaan. HPH menempati posisi pertama dengan luas 40.865 ha, disusul oleh HGU Perkebunan Sawit seluas 24.938 ha, dan HTI seluas 21.226 ha. Sebanyak 2 HPH, 14 HTI dan 5 HGU Perkebunan Sawit merupakan pemegang konsesi yang mengalami kebakaran berulang.
Direktur Komunitas Konservasi Indonesia WARSI saat menyampaikan catatan akhir tahun KKI WARSI mengatakan jika lahan perusahaan yang mengalami kebakaran hebat tahun 2015 ternyata kembali mengalami kebakaran pada tahun 2019 ini. “Ini menunjukkan bahwa perusahan belum patuh pada instrumen pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang dikeluarkan pemerintah,” Kata Rudi Kamis (19/12/2019).
Padalah regulasi untuk pengendalian kebakaran hutan sudah cukup banyak, termasuk untuik mengatur tinggi muka air gambut, sebagaimana tercantum dalam PP No 57 tahun 2016 jelas menyebutkan kewajiban untuk mempertahankan muka air gambut minimal 40 cm dari permukaan. Pun di level lokal, Perda Provinsi Jambi No.2 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan juga sudah menetapkan sejumlah ketentuan untuk mencehak kebakaran hutan dan lahan. “Namun tingkat kepatuhan dalam implementasi semua aturan ini masih belum dijalankan dengan baik, sehingga kebakaran kembali berulang dengan hebat,” kata Rudi.
Pada Catatan Akhir Tahun 2019 KKI Warsi juga menyoroti masifnya aktivitas illegal yang memiliki dampak buruk bagi kelestarian lingkungan. Dari pantauan KKI WARSI tercatat 4.000 meter kubik kayu illegal yang diduga berasal dari pembalakan liar di sektar hutan perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dan mengakibatkan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp. 8 Milyar.
“Pembalakan liar ini paling massif terjadi pada hutan gambut dengan status HPH tidak aktif, kawasan hutan lindung dan wilayah konservasi.” ungkap Rudi.
Ia mengakui jika tutupan hutan di Jambi berkurang. Namun bukan berarti aktivitas illagal logging berkurang. Jika dilihat dari luas lahan dan jumlah kayu yang berhasil ditebang maka dari sisi persentase tetap tinggi.(*/sm)
Catatan Akhir Tahun KKI WARSI: Kerusakan Ekosistem, Jambi Rugi Lebih Rp 17 T
HUT Jambi ke 63 Tahun, Duet Arief Munandar- Rahima: Jangan Salah Menilai Ku
DBD Ancam Warga di Musim Penghujan, Dinkes Persulit Wartawan Dapatkan Data
Kajati Jambi Ingatkan Istri Jaksa Jaga Nama Baik Suami dan Kejaksaan
SAH Minta Ada Upaya Spesifik Atasi Pengangguran Di Tanah Air
Surprise Buat Sang Istri, Kapolda Jambi Suapin Kue Ny Ning Muchlis di Hari Ibu ke-91


Lantik APPSI Jambi, Sudaryono Tegaskan Pengurus Harus Kerja Nyata: Jangan Kebanyakan Jadi Mandor!



