Yunninta: Bermalam Menunggu Duren Bisa Jadi Paket Wisata



Jumat, 27 Desember 2019 - 08:08:20 WIB



JAMBERITA.COM- Musim durian yang terjadi di kabupaten Batanghari saat ini ternyata cukup dinikmati oleh Ketua TP PKK Batanghari Hj. Yunninta Asmara, SH.

Bahkan istri dari Bupati Syahirsah ini menilai tradisi bermalam menunggu durian jatuh bisa dijadikan paket wisata seputar durian. Paket ini meliputi mulai dari makan buah durian, hingga menunggu buah durian jatuh dari pohonnya.

" Bagi kita orang sini mungkin kebiasaan bermalam di kebun sambil menunggu durian jatuh sudah biasa, cuma bagi orang luar menunggu durian ini bisa menjadi pengalaman yang luar biasa dan menyenangkan, ungkap Yunninta di simpang Bajubang laut ketika berdialog dengan pedagang durian musiman (26/12) kemarin. "

Dalam pemikiran wakil ketua DPRD Batanghari itu paket wisata menunggu buah durian jatuh dari pohonnya, ditawarkan dengan berbagai kemasan. Saya lihat di daerah laian seperti Pesisir Selatan dan Banyuwangi paket wisata menunggu durian jatuh cukup laku dipasarkan, tinggal bagaimana mengemasnya. 

 "Pada musim durian saya lihat di Pesisir Selatan Sumatera Barat menyiapkan paket wisata menunggu durian jatuh dari pohon ini, ada makan malam, sarapan dan menunggu durian jatuh itu menjadi inti yang dijual, imbuhnya. "

Harga paket tergantung kesepakatan dengan masing-masing konsumen. Ada harga awal yang ditawarkan tetapi bisa dirundingkan. "Bagi kami yang penting dapat untung dan wisatawan nyaman," ujarnya.

Khusus paket menunggu buah durian jatuh, keselamatan wisatawan tentu jadi perhatian utama. Sebab paket menunggu buah durian jatuh ini dilakukan di kebun agak jauh dari permukiman, jadi butuh pendampingan dari masyarakat sebagai guide, jelasnya.

Yunninta mengungkapkan paket wisata ini bisa dikembangkan, tujuannya memberi alternatif cara berlibur bagi pelancong di Batanghari.

Selain seputar buah durian, paket wisata lain yang ditawarkan adalah makanan tradisional, memancing dan lain sebagainya. "Insya Allah jika paket wisata menunggu durian ini bisa dikembangkan, masyarakat semangat untuk mengurus kebunnya, intinya kita harus kreatif, menangkap peluang yang ada," katanya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi