JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) mengatakan setidaknya terdapat tiga tantangan BKKBN dalam mewujudkan kualitas keluarga Indonesia.
"Era Millenial, dewasa ini BKKBN harus bisa bertransformasi secara kelembagaan khususnya dalam mewujudkan kualitas keluarga Indonesia, dalam hal ini ada beberapa tantangan yang dihadapi BKKBN," ungkapnya ketika menghadiri rapat dengar pendapat dengan BKKBN (4/2/2020) kemarin di Jakarta.
Menurut pria yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi itu tantangan tersebut berupa, tantangan bidang pendidikan, dimana usia produktif penduduk rata - rata pendidikannya 58 persen masih tahap dasar, ini menjadi kendala dalam hal penguasaan pola pikir, jelasnya dihadapan kepala BKKBN Hasto Wardoyo kemarin.
Selanjutnya, SAH juga menyoroti tantangan kesehatan yang dihadapi BKKBN seperti angka kematian bayi dan angka kematian ibu, angka kematian ibu harus segera diturunkan dengan cara membagi habis ibu hamil di tingkat bidan.
Sedangkan tantangan ketiga adalah gangguan tinggi badan dan daya pikir atau stunting, dimana dalam menghadapi bonus demografi beberapa tahun mendatang, menangani stunting butuh waktu yang lebih lama. Tidak bisa hanya satu atau dua tahun. Setidaknya, lima tahun.
Dalam menghadapi tiga tantangan tersebut SAH mengatakan harus ada perubahan dari BKKBN secara kelembagaan salah satunya dengan Rebranding kelembagaan BKKBN, ini penting agar masyarakat tahu secara gamblang tugas pokok dan fungsi dari BKKBN.(*/sm)
Ketua Gerindra Jambi Dukung Evaluasi BGN, SAH Tekankan Perbaikan Tata Kelola
Rapat Paripurna Suara Fraksi DPRD Tanjabbar Atas Usulan Ranperda Mendapat Respon Positif
Dipimpin Rocky Candra, Komisi I DPRD Konsultasi ke KASN Terkait Penonjoban Pejabat
Tamui Pejabat Kementrian Pertanian RI, Waka DPRD dan Komisi II Perjuangkan Alokasi APBN untuk Jambi
GEGER! RSUD Raden Mattaher Jambi Mendadak Cari 'Penyembuh Jiwa'? Ini Faktanya
