JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) menyampaikan tentang pentingnya akses pendidikan, keadilan, dan pembangunan di Indonesia. Salah satu wujud keadilan tersebut adalah dengan bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa PIP bagi pelajar SD, SMP, SMA dan SMK di tanah air.
Pernyataan ini disampaikan SAH ketika menyerahkan beasiswa PIP bagi pelajar SD di Kota Jambi (4/3) kemarin. Dalam acara yang dipusatkan di SDN 216 Kota Jambi itu, SAH dinilai berbagai kalangan berhasil mewujudkan keadilan pendidikan bagi pelajar di Jambi.
"Saya setuju jika dinilai beasiswa PIP yang diserahkan SAH hari ini sebagai wujud keadilan pendidikan bagi pelajar di Jambi," ungkap Syahran salah seorang dosen pendidikan di Jambi.
Keadilan pendidikan menurutnya bisa diartikan sebagai kesetaraan kesempatan semua pelajar untuk memperoleh dana pendidikan tanpa pengecualian, dan SAH sukses mewujudkan hal ini, dimana yang kaya, miskin, di kota atau desa bisa memperoleh beasiswa, ini kinerja luar biasa dari SAH, jelasnya.
Di Indonesia, menurut lulusan IKIP Bandung tersebut, dunia pendidikan memiliki tingkat keragaman tinggi, hal tersebut merupakan sebuah tantangan tersendiri.
“Biasanya kita mengidentikkan akses pendidikan dengan pembangunan sekolah baru, namun kita harus memastikan aspek pendanaan bagi pelajar bisa berjalan berkelanjutan, salah satunya dengan beasiswa PIP yang diperjuangkan SAH ini," imbuhnya.
SAH sendiri di berbagai kesempatan berkeyakinan dana beasiswa PIP bisa memacu kualitas pendidikan. Apakah dengan begitu telah memenuhi keadilan dan kelanjutan dari pembangunan.
Memperhatikan pendidikan, kata SAH harus membahas keadilan dan pemerataan dalam pendidikan. Di mana salah satunya terkait pendidikan wajib selama 12 tahun, dan kesejajaran pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Karena pembangunan yang berkelanjutan juga harus mengutamakan keadilan.
Selain itu, menurutnya, salah satu cara untuk memperkecil perbedaan dengan negara lain, sebaiknya perkecil dahulu perbedaan di negara sendiri. Ia menyampaikan, di negara maju, wilayah yang tingkat perekonomiannya rendah lebih banyak mendapatkan subsidi di bidang pendidikan dibanding wilayah yang perekonomiannya maju. Karenanya, lebih baik membuat kompetisi di negeri sendiri untuk mengembangkan pendidikan.
"Konsep keadilan inilah yang dibawa dari beasiswa PIP yang hari ini saya serahkan," tandasnya. (*/sm)
Ketua Gerindra Jambi Dukung Evaluasi BGN, SAH Tekankan Perbaikan Tata Kelola
Rapat Paripurna Suara Fraksi DPRD Tanjabbar Atas Usulan Ranperda Mendapat Respon Positif
Guru Daud, Ulama Karismatik dan Pimpinan Ponpes Sa’adatuddaren Meninggal Dunia
Polda Amankan 5 Orang Penghuni Kos di Kota Jambi, Diduga Positif Narkoba
Workshop Walhi Jambi Angkat Isu Perempuan dan Pengelolaan SDA
GEGER! RSUD Raden Mattaher Jambi Mendadak Cari 'Penyembuh Jiwa'? Ini Faktanya
