JAMBERITA.COM- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Pinto Jaya Negara Abidin meminta jangan mempenyepelekan Corona Virus Disease (Covid-19) dengan melalaikan Sosial Distancing. Ini terkait dengan masih banyaknya warga yang mengikuti keramaian meski sudah ada himbauan untuk tidak keluar kecuali mendesak.
Bahkan saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mendorong physical distancing yang berarti menjaga jarak fisik. WHO menyarankan penggunaan frasa ini daripada istilah social distancing (menjaga jarak sosial).
"Saat ini yang direkomendasikan jarak fisik daripada jarak sosial untuk mendorong masyarakat agar tetap terhubung melalui media sosial. Gagasan pengubahan itu adalah untuk menjernihkan pemahaman bahwa perintah untuk tetap di rumah selama wabah virus corona jenis baru (COVID-19) saat ini bukan tentang memutuskan kontak dengan teman dan keluarga, tetapi menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit itu tidak menyebar," kata Pinto.
“Saya malam-malam Keliling di jambi, di Jambi masih seperti biasa, masih ke kondangan tapi tidak social distancing, salaman kontak fisik begitu bebas, cipika-cipiki, tanpa masker. Masih kumpul-kumpul masih seperti biasa. Di medsos, banyak juga yang menganggap tidak apa-apa, Jambi bukan zona merah,” katanya saat dihubungi jamberita.com.
Padahal Pemerintah sudah mengeluarkan himbauan termasuk dari MUI sudah mengeluarkan tata cara beribadah selama wabah ini. “Kita tentu tidak ingin Jambi menjadi zona merah. Tapi jangan kalang kabut saat Jambi menjadi zona merah,” katanya.
Karena jika social distancing ini dilalaikan dan nanti masuk zona merah, maka aparat keamanan yang sebelumnya mengambil langkah persuasif tentu akan mengambil tindakan tegas.
“Jika mempelajari daerah lain ketika masuk zona merah, maka tentu jika kita tidak siap dan lalai, bisa terjadi punic buying khususnya sembako. Maka demi kepentingan bersama, harus mau ikuti yang disampaikan pemerintah , MUI. Karena MUI ini orang berpengatahuan dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia juga semua pihak terkait untuk mengantisipasi segala kondisi baik itu Bulog, Dinas Perindustrian dan perdagangan untuk mengambil langkah jika ada dampak muncul akibat kondisi ini.(sm)
Bus Transiginjai Disemprot Cairan Disinfektan Untuk Cegah Corona
Polri Terjunkan 30 Tenaga Medis Dan Siapkan 52 RS Bagi Pasien Corona
Prihatin Keselamatan Petugas Medis, SAH Minta Pemerintah Perbanyak APD Petugas
Tim Satgas Corona Sasar Penumpang Bus dari Jawa Hingga Lakukan Penyemprotan di Sejumlah Titik Ini
Dua Hasil Uji Lab 2 Pasien di Jambi Keluar, Keduanya Negatif Corona
Kejar Target RKT RB Triwulan II, Kemenkum Jambi Matangkan Data Dukung Lewat Entry Meeting


