Ketua Wilayah ISMEI Sebut Wabah Corona Berdampak Besar Terhadap Ekonomi Rakyat



Kamis, 02 April 2020 - 16:25:05 WIB



Fikran Jamil
Fikran Jamil

JAMBERITA.COM- Pandemi virus COVID-19 atau yang umum disebut virus Korona di masyarakat kian hari semakin terasa dampaknya, salah satu dampak yg sangat terasa yaitu dampak ekonomi.

Koordinator Wilayah 2 Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI), Fikran Jamil mengatakan, dampak ekonomi akibat virus ini semula hanya menggerus sisi eksternal perekonomian Indonesia melalui kenaikan sejumlah komoditas impor dari China. Namun lambat laun dampak tersebut merembet kepada Perekonomian daerah, apalagi setelah pemerintah memutuskan untuk mengambil kebijakan mengenai Covid-19 ini dengan membuat keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bukan mengambil keputusan Lockdown yg diinginkan oleh beberapa orang di Indonesia.

"Perbedaannya PSBB dan Lockdown ini kalau Lockdown itu sama sekali masyarakat tidak bisa beraktivitas, namun kalau PSBB kegiatan perekonomian tetap berjalan namun dengan beberapa syarat, tetapi menurut saya itu sama saja, dampak perekonomian daerah makin terasa karena jual-beli masyarakat pasti menurun, kemudian bagaimana dengan pekerja yg pendapatannya harian, seperti tukang parkir, sol sepatu, penjual buah-buahan, penjual es cendol, tukang becak, tukang ojek, beberapa toko kecil juga harus terpaksa tutup untuk menghindari penyebaran virus ini," katanya.

Ia mengatakan, beberapa hari yang lalu pihaknya sempat bertanya kepada beberapa pekerja harian di Kota Jambi yg terpaksa harus keluar rumah dengan keadaan yg seperti ini. Rata-rata dari mereka mengeluhkan dari segi pendapatan yg turun sangat drastis dari hari biasanya.

"Saya tanyakan lagi mengapa tidak dirumah saja karena himbauan pemerintah untuk berdiam diri dirumah guna menghindari penyebaran virus ini, sebenarnya mereka takut karena penyebaran virus ini sangat cepat apalagi informasi yg beredar kasus dari virus ini semakin hari semakin meningkat, namun jika orang-orang seperti mereka disuruh berdiam diri dirumah apa yang nantinya akan mereka makan sedangkan pendapatan sehari-hari tidak ada," ujarnya.

"Seharusnya disinilah peran utama pemerintah dalam menjamin kesejahteraan rakyatnya, pemerintah daerah khususnya harus mengambil langkah-langkah yg cepat terutama kepada pekerja harian yg jelas sangat bergantung pada pendapatan sehari-hari, setidaknya menjamin kebutuhan primer pekerja harian selama masa pandemi ini," tandasnya. (*/am)





Artikel Rekomendasi