JAMBERITA.COM- Sejak wabah Corona Virus Disease 19 (Covid-19) merebak, semua kegiatan politik dihentikan sementara.
Provinsi Jambi sendiri yang posisinya akan melaksanakan Pilgub juga berlangsung pelan semua kegiatan politik dikarenakan memang para bakal calon yang muncul adalah dari kepala daerah tingkat II.
Hanya saja, sekarang ini tensi politik kembali memanas. Setidaknya itu terjadi di media sosial antara tim bakal calon. Ini bermula dari kejadian ambulance milik Cek Endra (CE) dihadang oleh pihak ASN Kota Jambi untuk membawa mayat. Mulai dari kejadian itu, tensi politik mulai panas yang akhirnya dikaitkan dengan kepentingan politik.
Kejadian yang sama juga sudah pernah terjadi diantara CE dan ASN Kota Jambi sebelumnya. Kejadian itu tentang larangan bagi CE untuk melaksanakan Shubuh Keliling di wilayah Kota Jambi. Ini juga sempat memanas karena pelarangan ini.
Dori Efendi selaku Pengamat Politik menilai, kejadian ini sangat menyedihkan. Karena seakan-akan nilai kemanusiaan dilegitimasi oleh kepentingan kelompok. "Jangan berbicara yang seperti itu dulu, kepentingan kemanusiaan itu lebih tinggi didalam budaya kita. Dari awal kita diajarkan untuk melaksanakan itu. Singkirkan kepentingan itu dulu," katanya. (am)
DPC Gerindra Tanjabbar Bagikan Beras ke Rumah Warga, Faizal: Semoga yang Lain Ikut Tergerak
Yunninta Ucapkan Terima Kasih Pada Tenaga Medis Yang Berjuang Lawan Covid-19 Di Batanghari
PDI Perjuangan Provinsi Jambi Bagikan 1000 Paket APD ke Tenaga Medis RSUD Raden Mattaher
Pengurus Hanura Benarkan Kemas Alfansuri Sudah Mengundurkan Diri
Tiga Pejabat Eselon III Resmi Dilantik, Kejati Jambi Perkuat Struktur Organisasi
