Oleh: Solihul Hadi*
Penyebaran virus corona sudah semakin meluas di Indonesia berdasarkan update terakhir tanggal 27-06-2020 di Indonesia kini yang positif COVI D-19 sebanyak 52.812, sembuh 21.909,dan yang meninggal 2.720.) Dengan meningkatnya jumlah positif COVID-19 ini pemerintah telah membuat kebijakan untuk melakukan segala aktivitas di rumah seperti belajar, bekerja, dan beribadah. Hal ini tentu akan semakin membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah. Yang biasanya kita dapat belanja secara langsung ke pasar atau toko-toko terdekat, saat ini orang yang memilih untuk berbelanja online karena lebih mudah, cepat, banyak pilihan, dan yang paling penting tidak harus berkumpul dengan orang banyak.
Lantas, bagaimana masyarakat desa sri agung menjalankan bisnis online shop saat ini?
Anjuran untuk berdiam diri dirumah ini menyebabkan terjadinya peningkatan penjualan yang signifikan pada online shop. “Saat ini, permintaan produk yang dicari oleh konsumen bergeser dari keinginan (wants) menjadi kebutuhan (needs),” kata Chief of Customer Experience Lazada Indonesia Ferry Kusnowo di Jakarta, Selasa. Seperti yang terjadi di Desa Sri Agung. Saat ini masyarakat lebih cenderung mencari produk hanya untuk kebutuhan sehari-hari seperti sandang, pangan, dan papan.
Masyarakat desa pada awalnya tetap memilih berbelanja secara tradisional sebelum ada ketetapan pemerintah tentang kebijakan NEW NORMAL. Mereka berbelan keluar rumah untuk pergi ke toko-toko dan pasar terdekat seperti saat tidak adanya wabah Covid-19. Namun, saat kebijakan diberlakukan maka masyarakat memilih untuk mencari jalan aternatif supaya segala aktivitas dapat lebih mudah dicapai. karena adanya dorongan dari pemerintah pusat dan desa masyarakat dapat mengandalkan media sosial muntuk menjual atau membeli barang-barang yang ingin di belanjakan. Seperti Santi yang tinggal di jalan Nirwana menjual sayuran online dan Asih Jalan Matahari yang jualan sayuran Online juga, ada juga yang menjual daging segar bernama Tegu yang berada di Jalan Nusa indah, dan masih banyak yang lainnya. Mereka menjual barang dagangannya memalui FaceBook, Whatsapp, dan Instagram. Cara inilah yang efektif di saat pademi ini.
Di sisi lain, dengan adanya online shop ini muncul perilaku konsumtif dari masyarakat. Ketika kita berada dirumah tentunya kita akan memiliki banyak waktu luang dan hal ini akan mendorong kita untuk membuka online shop. Tidak ada yang salah dari promosi yang dilakukan online shop karena itu merupakan usaha mereka untuk menarik minat pembeli dan meningkatkan penjualan. Kita sebagai konsumen lah yang seharusnya bijaksana dalam berbelanja sehingga tidak menimbulkan perilaku konsumtif.
Jangan sampai keadaan ini menyebabkan kita berperilaku konsumtif. Tetap atur keuangan sesuai kebutuhan sehingga ketika pandemi corona ini hilang tidak muncul masalah baru. Jadi mari kita bersama-sama bijaksana dalam mengatur segala aktivitas kita saat ini, mulai dari belajar, bekerja, beribadah, dan berbelanja dari rumah sampai pada saatnya pandemi ini berakhir.(*)
Penulis adalah: Mahasiswa UIN Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi, fakultas FEBI, Jurusan Perbankan Syariah*
Ekonomi Kreatif Sebagai Wadah Generasi Millennial Berkarya Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.
Dilema Kesehatan dan Ekonomi Bagi Pedagang Pasar Dikala Pandemi
Menghitung Peluang Menang Kandidat Perempuan Pilgub Jambi 2020
Lima Peserta Tuntaskan Program Pemagangan Nasional Angkatan 3 di Kanwil Kemenkum Jambi


