JAMBERITA.COM- Indonesia resmi resesi. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang kerap disebut jadi dampak nyata resesi pun sudah terjadi. Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika diminta tanggapan tentang ekonomi Indonesia yang telah memasuki situasi resesi (10/10) kemarin.
"Kita ini sudah resesi indikator ya dapat dilihat sudah ada ribuan orang yang telah ter-PHK di semua perusahaan, mulai dari pabrik sepatu hingga perusahaan karaoke,' katanya.
Bahkan legislator yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi itu mencontohkan sebuah pabrik sepatu di Cikupa, Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atas 1.800 karyawannya.
"Sekitar 1.800-an karyawan pabrik sepatu di Cikupa Tangerang sekarang telah di PHK, sekarang tengah ditengahi Disnaker setempat" ungkap Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Selanjutnya SAH mengatakan, PHK ini dilakukan karena perusahaan menelan kerugian yang besar akibat dampak pandemi Virus Corona (COVID-19) yang membuat pesanan ke pabrik menjadi tidak ada.
Namun SAH tetap mengingatkan pemerintah untuk terus mendampingi dan mengawasi agar karyawan yang terkena PHK dapat pesangon dari perusahaan.
"Sekarang kita hanya bisa mengawasi agar karyawan yang terkena PHK tetap mendapatkan pesangon, ini wajib kita perjuangkan," pungkasnya.(*/sm)
INFOGRAFIS : RUU Perampasan Aset buru kekayaan hasil kejahatan
INFOGRAFIS : Pasal penghinaan pemerintah dalam KUHP dibatalkan MK
Jangan Takut, Masyarakat Bisa Ajukan Pindah Pilih Jika Tidak Berada di Lokasi Asal
Polda Jambi Musnahkan BB Sabu 44 Kg dengan 4.946 Butir Ekstasi
Gubernur Al Haris Sambangi Korban Kebakaran di Kelurahan Cempaka Putih


