JAMBERITA.COM - PANDEMI Covid-19 memaksa kita semua harus menyesuaikan pola hidup dengan kebijakan baru dari pemerintah, penerapan New normal. Kebijakan baru ini pun wajib diterapkan pada pagelaran Pilkada. Sejumlah aturan baru diterapkan. Ini demi menghindari kita dari bahaya wabah Covid-19. Supaya tak meluas dan putus rantai penularannya.
Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi saat ini sedang menggelar "Pesta Demokrasi" Pilkada pemilihan bupati dan wakil bupati untuk periode 2021 - 2024.
Dengan kebijakan New normal ini, ikut merasakan dampak aturan baru tersebut tak terkecuali salah satu calon bupati, yakni Tuan Guru KH Anwar Sadat, putra pengasuh Pondok Pesantren Albaqiyatush Shalihat Syek M Ali Bin Syekh Abdul Wahab, yang saat ini sedang maju mencalonkan diri berpasangan dengan Hairan, dan rutin melaksanakan Kampanye setiap harinya di 134 Desa dan Kelurahan dengan tetap wajib menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
Padahal seperti biasa lazimnya kebiasaan hampir di setiap wilayah di Indonesia. Penghormatan terhadap seorang Kiai atau Tuan Guru dari masyarakat begitu tinggi. Hal ini karena sudah diajarkan secara turun temurun.
Baik itu di kalangan santri sendiri maupun kalangan umum sudah menjadi kebiasaan adab bergaul kepada seseorang yang lebih dituakan, dihormati keilmuwan dan kesalehannya.
Untuk menunjukkan rasa hormatnya itu tak segan-segan saat bersalaman atau menjabat tangan seorang Tuan Guru, Buya atau Kiai, baik itu murid si tuan guru maupun orang yang bukan murid. Tapi merasa menghormati atau mencintai alim ulama tersebut, maka tak sungkan-sungkan akan berusaha mencium tangan si tuan guru tersebut sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan mereka sekaligus "Ngalap Berkah".
Di tengah aturan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, tentu saja hal ini menjadi dilema tersendiri. Semua tidak bisa leluasa lagi. Di satu sisi harus menerapkan protokol kesehatan dengan prinsip 3 M. Mulai dari menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker saat berkomunikasi.
Sementara di sisi lain, harus menjaga betul perasaan si murid atau siapa saja yang seketika ingin menyalami dan mencium tangan pak yai, dan supaya tidak timbul rasa kecewa karena, harus dibatasi aturan prokes.
"Begitulah kadang walau sudah diberi tahu ada kebijakan protokol kesehatan. Tapi ya yang namanya orang sudah hormat dan rasa cintanya sudah tertanam kuat. Tetap maunya cium tangan Tuan Guru Kiai-nya, Ustad KH Anwar Sadat," tutur Faizal Riza, Anggota DPRD Provinsi Jambi, yang juga merupakan ketua Partai pengusung Cabup KH Anwar Sadat yang berpasangan dengan Cawabup Hairan, sembari melepas senyum, karena dituntut harus memahami dan menyadari situasi yang ada, Minggu pagi (29/11/20.
Kalau sudah begitu, kata Faizal, selain berdoa semoga semua baik-baik saja. Tetap dengan menerapkan standar prokes.
"Ya, karena sejak awal kampanye dimulai, sebelum saling tegur sapa dengan warga, kita haruskan semua pakai masker, cuci tangan dulu. Dan setelah acara kampanye selesai kta cuci tangan lagi, jadi semua steril," ujar Faizal.
Pernah suatu waktu, cerita Faizal, di awal awal sekali masa kampanye, KH Anwar sebelum dan setelah bersalaman dengan warga menyemprotkan hand sanitizer ke tangannya. Akan tetapi salah satu warga yang melihat hal itu seolah terlihat tercengang dan tak percaya.
"Kami di desa ini tidak ada corona, pak yai," ucap orang tersebut polos.
"Ya, jadi susahnya gitu. Masih ada warga yang belum sepenuhnya paham tentang bagaimana virus corona itu menyebar," ujar politisi muda ini.
Belajar dari pengalaman tersebut, kata Faizal, untuk tetap menjaga agar tidak terjadi kesalahpahaman. Pada tiap lokasi kampanye yang didatangi sudah disiapkan air galon untuk cuci tangan, sabun, dan scan suhu tubuh sesuai dengan standar prokes serta wajib memakai masker bagi warga yang hadir pada acara sosialisasi kampanye yang digelar.
"Alhamdulillah selama kampanye berlangsung di hampir 134 desa dan Kelurahan, semua secara perlahan bisa memahami, warga mematuhi, menerapkan standar prokes. Sama-sama kita berdoa pilkada ini berjalan lancar dan aman. Dan pandemi covid-19 ini pun cepat berakhir," ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini, sambil merapikan masker yang dikenakannya. (Henky)
SAH Kawal Percepatan Tol Betung–Tempino–Jambi, Wujud Dukungan PTPN I terhadap Program Prioritas Pres
Menembus Keterbatasan, Merawat Integritas: Kisah Inspiratif Prof. Zarkasi Raih Puncak Akademik UNJA
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!
Tinjau Pengembangan Pelabuhan Ujung Jabung, Al Haris Sambangi Kecamatan Sadu
Ratu Hadiri Yasinan Kenang Dua Tahun Wafarnya Zulkifli Nudin yang Digelar Pimpinan Ponpes Al - Amin
Terlapor Dugaan Bagi-Bagi Sembako Pakai Atribut Salah Satu Cagub Ditahan
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!



