Bak Penjara Tanpa Jeruji Besi



Senin, 22 Februari 2021 - 09:05:52 WIB



Oleh : Fika Puspita Sari

 

Berbicara tentang penjara, tentunya kita sudah terbayang pada tempat sunyi yang membatasi siapapun yang sedang berada didalamnya. Tempat seseorang untuk ditahan secara paksa dan lepas dari kebebasan apapun. Seperti burung yang berada didalam sangkar, tidak bisa terbang bebas kemanapun ia ingin. Hanya mampu melihat sekitar tanpa bisa mendekat, berkicuh tanpa bisa bertatap langsung.

Lalu apa sebenarnya penjara tanpa jeruji besi tersebut ? Pemerintah akan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat akibat tingginya angka kasus corona mulai 11 sampai 25 Januari 2021 di Pulau Jawa dan Bali. Tak lagi menggunakan istilah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, pemerintah kini memilih menggunakan istilah baru dalam pembatasan sosial akibat pandemic corona yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ini tentunya membuat masyarakat sulit melakukan aktivitas diluar rumah.

Kebijakan PPKM inilah yang disebut dengan penjara tanpa jeruji besi, segala dimensi kehidupan berjalan dengan keterbatasan, hampir semua hanya bisa dilakukan menggunakan media online. Baik dari segi ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan.

Kita semua sedang berada dalam penjara tanpa jeruji besi, dimana kehidupan diberikan pembatasan. Bukan karena kejahatan kita merasakan ini, tapi karena keadaan yang sedang kita hadapi demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Banyak upaya yang dilakukan agar pandemi ini segera berakhir, namun sepertinya keadaan masih menuntut kita untuk tetap merasakan belenggu kehidupan ini.

Udara baru mulai terhirup segar. Harapan mulai mendapatkan titik terang. Vaksinasi covid-19 sudah mulai diberikan, benarkah bumi kita akan sembuh dan kita akan terbebas dari penjara tanpa jeruji besi ini ?  Ya, kita sudah memiliki harapan besar untuk bisa melakukan semua segi kehidupan secara normal.

Pengembangan vaksin COVID-19 dilakukan untuk mengatasi wabah SARS-CoV-2 sehingga dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat COVID-19. Sejumlah kandidat vaksin telah ditemukan dan penelitian untuk pengembangan vaksin sedang dilakukan dengan menggunakan vaksin berbasis asam nukleat, protein subunit, virus hidup yang dilemahkan, virus inaktif, dan vektor virus lainnya.

Pemerintah telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah. Hal ini tentu menjadi harapan besar untuk mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemerintah juga menekankan pentingnya perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus corona sebesar 35%.

Semoga vaksinasi ini menjadi pijakan baru untuk memulihkan kerapuhan dan ketidak berdayaan ini. Mari berkontribusi untuk memutuskan penyebaran covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

 

penulis adalah: Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia , Universitas Jambi

 

 

 

 



Artikel Rekomendasi