JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi BPJS Kesehatan Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) meminta pemerintah untuk mengantisipasi resiko dugaan kebocoran 279 juta data penduduk Indonesia yang berisiko terhadap keamanan nasional.
Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI tersebut, di dalam data BPJS Kesehatan yang bocor tersebut merupakan data kependudukan termasuk TNI-Polri ada di dalamnya, inikan bahaya karena bisa saja orang luar bisa memetakan kekuatan pertahanan nasional.
“Saya melihat resikonya bukan pada aspek kesehatan semata yang datanya bisa dimiliki pihak lain, tapi ini juga menyangkut resiko keamanan nasional semakin terlihat, pihak luar bisa memetakan data personil keamanan kita secara lengkap, ini bahaya, perlu di antisipasi," ungkapnya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan (25/5) secara virtual kemarin di Jambi.
Selain itu, legislator yang dikenal dengan program beasiswanya ini mengatakan, isu tersebut bisa berdampak pada reputasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan kontraproduktif dengan keinginan pemerintah untuk memaksimalkan program ini.
Sehingga SAH mengatakan isu ini harus segera ditelusuri dan diklarifikasi kebenarannya. BPJS Kesehatan juga perlu menyiapkan rencana kontigensi dan antisipasi untuk mencegah kebocoran data agar tidak berkelanjutan.(*/sm)
Dugaan Pengeroyokan di SMA Titian Teras Berakhir Damai, Orang Tua Pelaku Tanggung Biaya Pengobatan
SAH Mohon Doa, Gerindra Jambi Siap Laksanakan Diklat Laskar Gerindra, Teguhkan Prabowo Dua Periode
Pledoi Eks Dirtek Tirta Mayang Jambi : Unsur PMH tak Terbukti, PH Minta Dibebaskan
Bantah Bagikan Sembako, Endria Dampingi Saksi Golkar Lapor ke Gakkumdu
Polres Tanjab Barat Gelar Swab Antigen Bagi Santri yang Hendak Kembali Mondok, Ini Hasilnya
Aksi di KPU, Pendemo Nekat Temui Ketua KPU RI Laporkan Dugaan Komisioner Berpihak di Pilgub Jambi
Kormi Gandeng Disdik Jambi, Latih Guru Gerakan Senam Melayu Nusantara ke Sekolah

