Ketua FKPT Ajak Cegah Masuknya Paham Radikal dengan Bedakan Hoak dan Fakta di Medsos



Rabu, 02 Juni 2021 - 05:30:24 WIB



JAMBERITA.COM- Ketua Forum  Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi untuk mencegah masuknya paham radikalis baik di lingkungan keluarga, sekolah hingga di masyarakat.

Apalagi hari ini merupakan peringatan hari lahirnya pancasila 1 Juni. Dimana sebagai falsafah negara, maka pancasila adalah pemersatu bangsa di tengah keberagaman bangsa Indonesia dalam naungan NKRI.

Hal ini disampaikan Prof H Syukri saat diwawancarai TVRI dalam rangka Peringatan Hari lahir pancasila Selasa (1/6/2021).

Ia mengatakan di tengah derasnya informasi terutama di media sosial, maka kita harus bisa menfilter semua informasi yang masuk. Jangan sampai informasi yang didapatkan malah mengajak untuk berperilaku radikal.

"Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mampu memfilter berita antara fakta dan hoax yang berseliwaran di media sosial. Sehingga setiap ada upaya yang memuat konten paham radikal dapat dicegah sedini mungkin," katanya.

Termasuk berita- berita yang bersifat provokatif yang mengarah pada pemecah belah  bangsa, intoleransi dan pendirian khilafah di sebuah negara yang sudah berdaulat.

Ia mengatakan tugas FKPT sebagai mitra strategis BNPT di daerah setingkat Provinsi adalah melakukan sosialisasi dan pencerahan wawasan masyarakat dalam melakukan pencegahan radikalisme, terutama bagaimana masyarakat dibekali daya tangkal dalam menghadapi paham radikal dan terorisme.

Di antara pendekatan yang dilakukan adalah preventif dan persuasif. BNPT melalui FKPT telah melaksanakan sejumlah kegiatan pada 5 bidang, yaitu: 1. Agama, sosial dan budaya. 2. Hukum, media massa dan hubungan masyarakat 3. Pemuda dan Pendidikan 4. Perempuan dan Anak 5. Pengkajian dan Penelitian.

Kegiatan- kegiatan dimaksud melibatkan masyarakat yang mewakili perguruan tinggi, tenaga pendidik, guru-guru madrasah, sekolah menengah pertama dan atas serta pendidikan usia dini. Selain itu, melibatkan ibu- ibu yang aktif dalam organisasi sosial, agama dan kemasyarakatan serta lurah/kepala desa, babinsa dan bhabinkamtibmas. (*/sm)





Artikel Rekomendasi