JAMBERITA.COM- Sidang Praperadilan Subhi dilanjutkan dengan pembuktian pada Rabu (14/7/2021). Dari pihak Subhi sendiri, mereka menghadirkan Guru besar Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Syaiful Bahri.
Dalam persidangan tersebut, Prof Syaiful menyebutkan bahwa menetapkan seseorang itu sebagai tersangka harus terbukti dan meyakinkan. Jangan hanya berdasarkan dugaan atau laporan yang diterima.
"Selain itu, potensi kerugian negara harus dilihat dalam kondisi ini. Meskipun tindak pidana korupsi tidak semuanya harus merugikan negara, tetapi hal ini perlu diperhatikan," katanya didalam persidangan, Rabu (14/7/2021).
Sementara itu, Kejaksaan Negeri Jambi selaku pihak termohon menanyakan beberapa hal kepada saksi ahli yang dihadirkan oleh pemohon. Beberapa diantaranya mengenai penetapan tersangka.
"Apakah saat proses pra peradilan yang bersangkutan tidak diperbolehkan diberikan status tersangka meskipun sudah punya bukti serta mengenai statusnya sebagai DPO," tanya Jaksa.
Ahli sendiri mengatakan, hal itu mengenai hak pemohon yang sudah memberikan kuasa. Setelah selesai proses peradilan, baru bisa dilanjutkan prosesnya. "Ini sebagai asas kepatutan, semuanya berdasarkan logika dan yang sudah dialami di lapangan," ujarnya. (am)
Siswa SMPN 11 'Melek' Hutan! Mahasiswa UNJA Bongkar Rahasia Cuan dari Pohon Tanpa Harus Menebang?
Mahasiswa Kehutanan UNJA Kenalkan 'Hutan Ajaib di Tepi Laut' ke Siswa SMPN 17 Kota Jambi
Respon Rektor UNJA Prof Helmi, Tindaklanjuti Intruksi Pusat Terkait Efesinsi Anggaran
Puji Subhi Kadis Berprestasi Karena Terbaik 3 Se-Indonesia, Kuasa Hukum Heran Dituduh Korupsi
Kuasa Hukum Sebut Tidak Ada Kerugian Negara di Kasus Subhi Tapi Disebut Korupsi, Jaksa Jawab Begini
Jawab Tudingan Subhi di Praperadilan, Jaksa: Kami Sudah Sesuai Prosedur


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



