Jabar Siapkan Strategi Lacak dan Tes COVID-19 Berbasis RT Butuh 262.388 Tracer Lapangan, 1.100 Trace



Selasa, 27 Juli 2021 - 21:26:41 WIB



JAMBERITA.COM, BANDUNG - Pemda Provinsi Jawa Barat sedang kami siapkan strategi dan pengetesan berbasis RT/RW. Penguatan diperlukan untuk menekan laju penyaluran dengan kehadiran virus COVID-19 varian delta.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin rakor bersama Kodam III/Siliwangi – Polda Jabar beserta polres, Polda Metro Jaya serta pemangku kepentingan lain membahas skema di lapangan.

Disepakati, satu RT minimal ada satu pelacak (tracer) yang berasal dari kader karang taruna, PKK, dan sukarelawan yang diminta. Pelacak lapangan ini akan melacak kontak erat dari kasus positif yang terkonfirmasi. Tracer lapangan akan lapor ke babinsa/bhabinkamtibmas untuk mencatat ke tracer digital yang berdiam di puskesmas.

Dari tracer digital, data akan dilaporkan ke koramil – kodim – kodam sampai akhirnya bermuara di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai koordinator koordinator dan pengujian ini.

Di Jabar ada sekitar 262.388 RT yang berarti butuh 262.388 tracer lapangan. Sementara puskesmas ada 1.100 unit yang berarti butuh 1.100 tracer digital.

“Tracer di Jabar satu RT satu orang. Yang kedua tracer lapangan bisa satu atau dua orang dan tugasnya bisa berinisiatif, dengan atasannya tracer digital. Nah itu, kemudian pastikan mereka (tracer digital) paham cara mengisi digital,” ujar Ridwan Kamil.  

Untuk tracer lapangan, sudah ada 200 ribu kader PKK terlatih dan tinggal penajaman mengenai teknis pelaporannya. “Laporan terakhir sudah ada 200 ribuan kader PKK yang siap jadi tracer, itu sudah by name by addres,” sebut Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil.  

Sementara dari karang taruna, sudah ada 10.300 anggota yang siap diterjunkan jadi tracer lapangan. “Itu sudah by name by addres dilakukan lewat google form. Kami masih menunggu bagaimana alur informasinya,” kata Ketua Karang Taruna Jabar Raden Subchan Daragana.

Sementara untuk tracer digital, sudah ada tenaga dari Kodam III Siliwangi yang sudah siap. “Kami sudah ada tracer digital 470 personel. Tracer digital posisi ada di puskesmas dan mereka akan menerima laporan dari tracer lapangan,” jelas Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Gubernur melanjutkan dengan menitip pesan, agar nanti para petugas di lapangan meniatkan diri untuk mencari orang sakit agar dapat segera diberikan pertolongan dari orang-orang sekitar yang sehat.  

“Kita di lapangan yang paling penting mencari orang sakit dan memisahkannya dengan orang yang sehat. Jumlah relawannya sudah mencukupi, ini mungkin menjadi penyemangat kita semua,” sambung Ridwan Kamil. (ADV)



Artikel Rekomendasi