SAH Dorong Strategi Inovatif Dalam Penangganan Stunting



Rabu, 02 Februari 2022 - 08:25:39 WIB



JAMBERITA.COM- Konseptual dan Visioner dalam ide dan gagasan. Gambaran ini tepat ditujukan kepada Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Strategi Penangganan Stunting di Indonesia (31/1/22) kemarin.

Dalam rapat itu, SAH yang merupakan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini mengatakan Pemerintah Daerah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam upaya menurunkan pravelensi stunting di tengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Untuk itu, pedoman dalam memberikan layanan kepada masyarakat sangat diperlukan terutama agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Terkait hal ini, Pemerintah Pusat harus menyusun beberapa panduan yang bisa menjadi referensi dalam penyediaan layanan di lapangan yang inovatif dan efektif, " ungkap Bapak Beasiswa Jambi tersebut.

Lebih lanjut, SAH mengungkapkan bahwa Pandemi Covid-19 salah satunya telah berdampak pada turunnya jumlah kunjungan ke Posyandu.

“Padahal, pencegahan stunting tidak bisa berhenti,” tegasnya.

Sebelumnya, SAH juga memaparkan bahwa berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, anak balita Indonesia yang mengalami stunting adalah sebesar 30,8%. Ini artinya hampir 1 dari 3 anak Indonesia mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama, dimulai dari masa kandungan hingga usia 2 tahun atau 1000 Hari Pertama Kehidupan.

“Jika dibiarkan, anak-anak yang menderita stunting akan mempunyai kemampuan kognitif yang lebih rendah, rentan terhadap penyakit tidak menular dan ketika dewasa mempunyai produktivitas yang rendah. Hal ini, dalam jangka panjang akan merugikan kita sebagai bangsa dan negara,” paparnya.

Oleh sebab itu, SAH mengharapkan bahwa pemerintah pusat terus menggalakkan berbagai program percepatan pencegahan stunting dengan melibatkan pemerintah daerah. Hingga saat ini, menurutnya, terdapat 260 Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah prioritas penanganan stunting, di mana dari 258 Kepala Daerah dari wilayah prioritas tersebut telah menandatangani komitmen untuk melakukan percepatan pencegahan stunting di wilayahnya. (*/sm)





Artikel Rekomendasi