JAMBERITA.COM - Aksi Mahasiswa di lapangan Kantor DPRD Provinsi Jambi mulai memanas dan sempat terjadi saling dorong dengan aparat keamanan yang bertugas, Senin (11/4/2022).
Sebelumnya, Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo telah memimpin apel kesiapan pengamanan unjuk rasa. Dengan tegas Kapolda meminta personel Polri untuk tetap humanis dan persuasif.
Menurutnya pengamanan unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa dilakukan dengan humanis dan jaga kesucian Bulan Ramadhan.
"Tindakan maksimal yang kita lakukan adalah penyemprotan air menggunakan water canon dan terkendali, tidak ada penangkapan, pengejaran, tidak ada pemukulan,” tegasnya.
Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo meminta kepada personel dilapangan yang menjaga peserta unjuk rasa untuk tidak membawa senjata api dengan peluru tajam, senjata tajam maupun alat pemukul.
“Untuk seluruh personel yang ada dilapangan, fokus melakukan pemeriksaan, dipastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api dengan peluru tajam, pada situasi hijau maupun kuning, tidak ada yang membawa alat pemukul, gas air mata itu upaya terakhir, jika tidak perlu tidak usah dilontar,” pintanya.
Pengamanan unjuk rasa ini, Polda Jambi mengerahkan sebanyak 1.446 orang personel untuk mengawal aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok Cipayung plus dan HMI di Kantor Gubernur Jambi dan DPRD Provinsi Jambi.(afm)
Polisi Tangkap Pengasuh Pesantren di Tebo Terkait Dugaan Pencabulan Tujuh Santriwati
Pemkab Tanjab Barat Perkuat Komitmen, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Prabowo Prioritaskan Pertanian, SAH Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Raksasa Pangan Dunia
Sempat Ditemui Ketua DPRD Provinsi Jambi, Aksi Mahasiswa Mulai Memanas
Tegas! SAH Desak THR Untuk Pekerja Dibayar Secepatnya Jelang Hari Raya
Ketua Komisi IV DPRD Sebut Pendidikan dan Kesehatan Prioritas, Fadli : Pelayanan Kita Kawal
Kadiskominfo Jambi Soroti Peluang dan Ancaman AI di Era Digital

