JAMBERITA.COM - Sebanyak 4 personel dari Polda Jambi turut berkontribusi dalam misi perdamaian dunia yang mana sesuai dengan salah satu amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Ke 4 personel tersebut, dikirim untuk bertugas dalam memperkuat misi perdamaian dunia pasukan FPU Indonesia di Darfur, Sudan Afrika. Mereka adalah, Iptu Rafno, S.H.,M.H.(Ditreskrimsus) bertugas sebagai Perwira Operasional.
Bripka Heri Kuswanto, S.H (Ba Brimob) yang bertugas sebagai pasukan Taktis. Bripka Wahyudi, S.E (Ba polresta) bertugas sebagai driver taktis. Terakhir Briptu Elisa Junia Aprianti ( Ba Brimob) bertugas sebagai pasukan Taktis.
Menurut Iptu Rafno dalam tugas tersebut ada 2 misi, yaitu FPU XII UNAMID dari September 2020 Sampai Dengan Maret 2021 dan FPU UNGU INDONESIA itu dari Juli 2021 Sampai dengan sekarang masih berlangsung. "Antara Maret s.d. Juni 2021 itu massa transisi," tuturnya.
Ia menceritakan, awal bagaimana mereka bisa dikirim bertugas dalam misi tersebut yaitu di awali dengan proses seleksi pada tahun 2019 yang dilaksanankan di Mabes Polri (Baggassus SSDM Polri) selama lebih kurang 2 bulan (Juli s.d. Agustus).
"Dengan tahapan Administrasi, tes Kesehatan, tes Jasmani, tes Psikologi, tes Menembak, tes mengemudi, tes kemampuan bahasa inggris (Listening, Writing, Reading, Comunication and interview)," katanya.
Setelah dinyatakan lulus, maka dilanjutkan dengan pra operasional yang dilaksanakan di Cikeas, Bogor (Pusat Latihan Misi Perdamaian Dunia) diselenggarakan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri di bawah Bag Damkeman/Perdamaian dan Kemanusiaan DHI, selama lebih kurang 5 bulan (Nov 2019 s.d. Maret 2020).
"Disana dilaksanakan proses pembekalan, pelatihan dan pengetahuan baik secara teori maupun praktik tentang tugas pokok dalam melaksanakan misi perdamaian dunia (peacekeeper polri)," terangnya.
Misalnya, latihan Escort VIP (Pengawalan pers VIP), Riot Control (Penanganan Demontrasi), CQB (penggerebekan dalam ruangan), teknik tempur jarak dekat dan jauh, pengamanan mako, Patroli, Bela Diri, menembak.
Pengenalan dan penguasaan senjata, kemampuan bahasa inggris dan bahasa Arab serta pengetahuan dasar wilayah Sudan, latar belakang konflik bersenjata maupun budaya dan sosial Sudan.
"Selanjutnya ditutup dengan kegiatan pembulatan yaitu Jalan Juang di Sentul dengan perjalanan yang ditempuh lebih kurang 40 KM dengan beberapa tantangan dan hambatan dialami selama perjalanan," ungkapnya.
Setelah itu dilaksanakan Upacara pembaretan yang langsung dipimpin oleh Kapolri Jendral Idham Azis (Maret 2020). Dikarenakan terjadinya pandemi Covid-19 secara global (seluruh dunia/Lockdown) sehingga proses pemberangkatan ke daerah misi ditunda selama lebih kurang 5 bulan.
"Lalu 5 September 2020, kami bersama 140 personel Polri lainnya berangkat menuju daerah misi di Darfur, Sudan Afrika dengan misi FPU XII UNAMID, lokasi misi/daerah operasi berada di GOLO TOB, bagian wilayah yang menjadi tanggungjawab pasukan Indonesia melaksanakan tugas Peacekeeper oleh PBB/UN sesuai dengan mandate nomor 2525," katanya.
Mandat 2525 tersebut berisi tugas pokok yaitu menjaga keamanan dan keselamatan Personel UN dan Asset UN, memelihara keamanan, ketertiban dan melindungi masyarakat dari pasukan pemberontak di wilayah Golo. Wilayah Golo merupakan wilayah pegunungan dengan Suhu antara 5 derajat s.d. 20 Derajat.
"Hal menjadi tantangan tersendiri oleh kami dengan tugas sehari-hari yang dilaksanakan diantaranya, pengamanan mako (Observation Post), Security Camp, Patroli ke Camp pengungsian, pengawalan pers dan Asser UN)," ujarnya.
Pelaksanaan misi di Golo berakhir Maret 2021 yang ditandai juga berakhirnya misi UNAMID karena terjadinya kesepakatan perdamaian antara pemberontak dengan pemerintah (Perjanjian Juba), hal ini menyebabkan pasukan FPU XII UNAMID Indonesia ditarik dari wilayah Golo dan melanjutkan misi UNGU di Elfasher, Sudan.
"Misi UNGU merupakan tahapan pengakhiran dalam suatu pelaksanaan misi perdamaian di wilayah konflik yanf menpunyai tugas pokok, (1) Menjaga pers UN dan Asset UN (2). Menjaga reputasi UN," bebernya.
Misi ini sudah berlangsung sejak Juli 2021 (sesuai TR Kapolri nomor: 1500 /VI/ 2021) sampai saat ini Desember 2021 (masih berlangsung) dengan pelaksanaan tugas yaitu, melaksanakan pengamanan wilayah super camp (berisi personel dan Asset UN), patroli seputaran super camp (objek vital), siaga pasukan antisipasi adanya demontrasi, penjarahan, pencurian, penyusupan dan tindakan kriminal lainnya yang terjadi.
"Selama bertugas di daerah misi banyak suka duka dan tantangan yang kami hadapi, seperti suhu/cuaca yg sangat extrim (dingin), badai angin (Haboob), kondisi tanah berpasir dan berbatuan," tuturnya.
Kemudian disana juga adanya beberapa kelompok pemberontak bersenjata yang mempunyai tujuan dan misi yang berbeda-beda serta luasnya wilayah pengawasan, pengamanan. Namun hal ini dapat mereka antisipasi dengan selalu siaga dan waspada serta secara terus melaksanakan pemeliharaan.
"Baik fisik (berolah raga rutin,menjaga kesehatan), mental dan rohani (beribadah) dan serta meningkatkan kemampuan dengan terus berlatih dengan semangat dan motivasi yang tinggi, serta tetap menjaga nama baik Indonesia/Polri di dunia Internasional," pungkasnya.(afm)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Tampil di WWF 2021, Tim Seni Budaya Indonesia Pukau Warga Shizuoka Jepang
Kapolda Jambi Bawa Pencegahan Karhutla di COP26 UNFCCC, Glasgow , UK


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



