JAMBERITA.COM - Limbah domestik mulai dari kertas, dedaunan bekas nasi bungkus dikabarkan sudah 10 hari bertumpuk di lingkungan RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi sampai dengan hari ini belum diangkat.
Tepatnya tidak jauh dari gerbang belakang yang berseberangan jalan dengan Polsek Telanai, hanya saja tidak tampak dari luar karena tertutup dinding seng. Selain bertumpuk sampah tersebut juga sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap, bahkan banyak nya ulat belatung.
Mengenai ini, Kepala Kesehatan Lingkungan (Kesling) RSUD Raden Mattaher Jambi Latif membenarkan bahwa hampir 10 hari belum diangkat oleh petugas."Iya betul sudah hampir 10 hari," katanya saat dihubungi jamberita.com melalui telepon genggamnya, Senin (30/5/2022).
Latif menjelaskan bahwa hari ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan yang selama ini untuk membuang sampah tersebut."Petugas yang selama ini mengangkut sampah itu sudah tidak mau lagi, alasannya karena sudah tidak lagi tercover," ungkapnya.
Selanjutnya kata Latif pihaknya juga akan memanggil petugas apakah nanti akan diganti dengan petugas yang lain."Sudah sampaikan juga ke koordinator nya, kami juga menunggu sampai sore ini gimana," jelasnya.
Mereka juga sudah berkoordinasi dengan DLH dan pihak kecamatan, tetapi petugas tidak mau lagi."Dulu-dulu kan DLH, kota sekarang diserahkan ke dua kecamatan, alasannya iya cuma itu tidak tercover lagi," ungkapnya.
Terkait ini Direktur RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dr Herlambang yang baru saja dilantik oleh Gubernur Jambi Al Haris, ketika dikonfirmasi jamberita.com, baik melalui telepon maupun pesan WhatsApp belum ada tanggapan sehingga berita ini ditayangkan.
Sebelumnya, Rabu (25/5) waktu lalu Al Haris mengatakan 4 pejabat yang baru dilantik termasuk Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, apabila tidak ada suatu gebrakan membawa perubahan maka siap-siap akan diturunkan jabatan.
Al Haris mengatakan, tugas dan tantangan kedepan semakin berat di era digitalisasi ini, oleh karena itu pejabat harus siap berteman dengan media, LSM dan masyarakat.
"Maka dari itu tugas pengabdian kita adalah tanggung jawab kita terhadap tugas kita, bekerja dengan sungguh-sungguh, layani masyarakat dengan semestinya," kata Al Haris waktu itu setelah melantik pejabatnya.
Orang nomor satu di Jambi itu menegaskan, saat ini tantangannya berat keterbukaan di era digitalisasi dan reformasi."Bisa menyelesaikan masalah pada dinas yang mereka pimpin. Kalau setahun tidak ada yang mereka perbuat, tidak mengarah pada satu perubahan maka akan saya evaluasi bisa turun eselon setingkat dibawahnya,” pungkasnya.(afm)
Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Generasi Muda yang Demokratis
Polisi Tangkap Pengasuh Pesantren di Tebo Terkait Dugaan Pencabulan Tujuh Santriwati
Pemkab Tanjab Barat Perkuat Komitmen, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Abdullah Sani Buka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan V Se Provinsi Jambi
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, SAH Wujudkan Kesatuan Untuk Masyarakat Adil dan Makmur
Al Haris Terima Audiensi Bawaslu RI Bahas Kesiapan Pemilu 2024
Perkuat Capaian RB dan SAKIP, Kanwil Kemenkum Jambi Gelar Rapat Pengelolaan Kinerja B06

