JAMBERITA.COM - Media Gathering PTPN VI kembali menyambangi anak perusahaan. Kali ini Selasa (14/6) Sekretaris Perusahaan (Sekper) PTPN VI Achmedi Akbar bersama rombongan menuju ke PT. Mendahara Agrojaya Industry (MAJI) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
Dalam agenda ini, Media Gathering PTPN VI Jambi mengusung tema BUMN core values atau nilai utama AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif).
Manager PT. MAJI Tanjabtim Nasar Sah Hutagalung menjelaskan, bahwa letak kebun berada di Desa Lagan Tengah Kecamatan Geragai, dengan kepemilikan saham Kopkar PTPN VI 1 persen atau 1.300 lembar saham atas kepemilikan saham PTPN VI 99 persen atau 128.700 lembar saham.
"Jumlah tenaga kerja sebanyak 230 orang dan perkebunan Kelapa Sawit Luas Areal TM, 3.105 HA. Luas areal tertanam 3.105 HA," paparnya terkait dengan konsep dan capaian Good Corporate, dihadapan Sekper PTPN VI juga para awak media, Selasa (14/6/2022).
Nasar mengatakan, MAJI adalah anak perusahaan yang diakuisisi oleh PTPN VI atas persetujuan menteri BUMN no S.540/MBU/2021 tanggal 4 Oktober 2012 dan surat direksi PTPN VI SK No 28/06.D1/2012 20 November 2012. Terletak di Desa Langan Tengah Kecamatan Geragai.
"MAJI merupakan kebun kelapa sawit yang berada diatas lahan gambut dengan luas areal 3.231,95 HA sesuai sertifikat HGU nomor 06 tahun 2012, terdiri dari areal tanaman kelapa sawit seluas 3.105 Ha, bangunan perusahaan perumahan 8,83 Ha, jalan dan parit seluas 109,12 HA. Areal konservasi ispo seluas 9,00 HA," ungkapnya.
Selanjutnya, terkait dengan produktivitas di 2021 MAJI mengalami kenaikan Ton/HA, di tahun 2019 6,67, tahun 2020 realisasi, 6,66 Ton dan di 2021, sebanyak 7,12 ton/HA. Kemudian sampai dengan bulan Mei 2022 ini juga mengalami kenaikan 4,79 persen dari tahun 2021 Rp8,8 Miliar (M) dan di tahun 2022 yaitu sebesar Rp9,3 M.
"Mengalami kenaikan bagian dari optimis kita agar lebih maksimal dan mencapai target kedepan, agar semakin membaik," tuturnya.
Nasar juga menuturkan terkait dengan kesejahteraan untuk para karyawan MAJI. Dimana saat ini sudah ada empat perumahan dengan mengupayakan pengadaan sarana air bersih. "Karena memang di gambut agak susah mendapatkan air bersih jadi kita upayakan sumur bor," katanya.
Terkait keberadaan desa di sekitar areal perkebunan, itu kata Nasar pihaknya juga melakukan upaya Corporate Social Responsibility (CSR) mulai dari memberikan bantuan material perbaikan jalan, juga termasuk di bidang keagamaan seperti misalnya memberikan bantuan kepada Masjid-masjid sekitar.
"Bantuan bencana kebakaran, bantuan beras sebanyak 2 ton, untuk Sungai Tawar, bantuan Sound System Masjid Haqulyaqen Sungai Tawar. Material bangunan Masjid Al Muttaqin Desa Lagan Tengah, bantuan beras 10 KG/KK kepada 100 KK pra sejahtera, dan juga bantuan material perbaikan jalan bloka," jelasnya.
Sejauh ini pada 8 juni 2022, MAJI bergabung ke PTPN VI sebagai Unit Usaha bernama Unit Usaha Lagan, ini merubah struktur organisasi personil dan aset ke induk menjadi PTPN VI Jambi. "Disini kita juga ada water management, ada petugas khusus untuk pengelolaan kelebihan air maupun kekurangan dan termasuk antisipasi terjadinya Karhutla," tegasnya.
Water management perkebunan kelapa sawit atau pengelolaan air merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk menjaga konsumsi tanaman, juga termasuk antisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)."Sementara untuk pengangkutan TBS 60 persen menggunakan perahu dan konsen level air berada 0,4 antisipasi kebakaran," jelasnya.
Asisten Kepala PT. MAJI Eraskayanto menyatakan pihaknya juga menyiapkan desain blok. Dari Timur ke Barat itu berjarak 300 meter dan Utara Selatan 1.500 meter, rata-rata di angka 40-50 HA yang akan dikelilingi oleh 4 kanal setiap 1 blok lahan sawit.
"Sisi kiri kanan itu MD, depan belakang koleksi MD itu yang harus dikelola apalagi kalau melihat cuaca saat ini (panas-red) mau kemarau, jadi harus begini. Kami mengimbangi bekerjasama dengan BMKG," ungkapnya.
Ia menjelaskan, di setiap blok lahan sawit itu ada sekitar 40-50 HA. Sejauh ini kata Ia tidak ada terjadi Karhutla dan belum ditemukannya titik titik hotspot karena disiplin menyetok air juga mempunyai petugas patroli yang akan memantau di lapangan. "Kita juga punya tiga menara pantau, kita punya fasilitas, petugas damkar kita sudah ada timnya," katanya.
Eraskayanto juga mengatakan, di areal perkebunan sawit Unit Usaha Lagan setidaknya ada tiga kanal MD, dengan dimensi 8-13 meter, kedalaman 6-8 meter dengan perkiraan kubikasi air sekitar 90.000 Liter. Artinya, apabila terjadi Karhutla maka cukup untuk menyiram, satu blok kebun sawit.
"Pengelolaan air, jika air terlalu rendah maka ancaman terhadap kebakaran lahan, kalau terbakar sawit nya juga terbakar. Jadi kita menjaga dua kepentingan supaya bisa jalan, dan PP 57 tahun 2017 bisa jalan, makanya kita jaga ini dengan metode irigasi, metode sekat, supaya level air di minus 40, aman untuk tanaman, aman untuk tanaman, aman juga untuk kebakaran," jelasnya.
Unit Usaha Lagan tetap menjaga keasrian alam sekitar sekaligus menjaga hewan hewan liar yang dilindungi untuk tidak diburu."Kan ada syarat, tidak boleh berburu, apalagi di dalam sini masih banyak faunanya, kalau masyarakat sekitar mancing di sekat kanal itu boleh, karyawan juga di sini banyak yang memancing," pungkasnya.(afm)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Pj Bupati Aspan Ajak HMI Bahu Membahu Isi Pembangunan di Tebo
Pj Bupati Tebo Cek Lokasi Usulan Pembangunan Jembatan Sei Belilas
Sambangi Puskesmas II Rimbo Bujang, Aspan Bicara Pemerataan Tenaga Medis


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



