JAMBERITA.COM - Untuk menekan angka inflasi di provinsi Jambi. Pemerintah provinsi Jambi melakukan beberapa upaya salah satunya dengan pemberian bibit cabai dan melakukan operasi pasar.
Namun sayang, operasi pasar atau pasar murah yang dilakukan Pemprov Jambi malah dikeluhkan pedagang. Khususnya pedagang yang ada di Pasar Angso Duo.
Pedang menilai, operasi pasar yang dilakukan pemerintah provinsi Jambi malah membuat dagangan mereka sepi.
Menanggapi hal ini, Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan bahwa operasi pasar yang dilakukan Pemprov Jambi bertujuan untuk menekan inflasi.
Haris mengatakan harga cabai ditingkat petani murah, namun saat sampai di pasar justru naik.
"Kita kalau mau jujur, cabai itu ditingkat petani harganya murah. Kenapa tiba-tiba harganya selangit saat sampai di pasar," ujarnya.
Ia menilai, kenaikan harga diakibatkan oleh euforia masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Kita berharap, jangan ada masyarakat yang terjebak oleh euforia kenaikan BBM. Kami datangkan cabai, ada ongkos kirim Rp. 40 ribu dan keuntungan masih bisa jual Rp. 50 ribu. Ini kan aneh, ini saya bilang ada euforia yang muncul akibat kenaikan BBM," ujarnya.
Haris meminta pedagang menjual harga cabai dengan harga wajar. "Saya minta pedagang fair, supportif aja. Kalau mereka dari petani harganya sekian. Naikkan lah yang wajar," pungkasnya. (sap)
Terima Audiensi Komisioner KI, Gubernur Al Haris: Kami Siap Support
Paparkan Rencana Aksi, Komisioner Komisi Informasi Sowan ke Gubernur Al Haris
Hadir Untuk Masyarakat : SAH Bawa Program GERMAS Untuk Calon Jamaah Haji
Terkait Oknum Guru BK yang Diduga Semena-mena, Ini Penjelasan Kepsek SMAN 5 Kota Jambi
Ketua DPRD Dukung E-Monev yang Digelar Komisi Informasi Provinsi Jambi
Salah Satu Wali Murid Kecewa ke Oknum Guru BK SMA di Kota Jambi, Diduga Semena-mena
Tiga Pejabat Eselon III Resmi Dilantik, Kejati Jambi Perkuat Struktur Organisasi

