BKKBN Dukung Harapan Gubernur Jambi Minta Penjabat Jadi Bapak Asuh Stunting



Rabu, 28 Desember 2022 - 06:50:11 WIB



JAMBERITA.COM- Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Dr. Munawar Ibrahim sambut baik harapan dari Gubernur Jambi yang minta Penjabat Kabupaten/Kota menjadi bapak asuh stunting.

Menurut Munawar permasalahan stunting ini bukan hanya tentang masalah beras dan ikan saja namun juga masalah sanitasi, jamban sehat dan lain sebagainya dan tak hanya pemerintah saja namun juga dunia usaha juga harus terlibat. 

"Hal ini juga sesuai edaran dari gubernur pada tahun 2021 tentang keterlibatan dunia usaha untuk ikut menjadi bapak asuh stunting," katanya.

Munawar menuturkan misalnya ada 30 persen keluarga beresiko stunting yang ada dari data ini berapa keluarga yang memerlukan jamban sehat, sanitasi sehat dan data ini akan kita bagi habis dengan dunia usaha yang ada di Provinsi Jambi. "Dunia usaha di Jambi berhak bertanggungjawab untuk menjaga anak-anak Jambi," tambahnya.

Munawar meminta perusahaan memberikan kontribusi yang nyata sehingga, pada suatu saat resources

alam kita habis anak- anak di Provinsi Jambi sudah tumbuh seperti anak diluar negeri. "Ketika resources alam habis anak-anak kita sudah tumbuh seperti anak di Korea dan Jepang," ungkapnya.

Disinggung berapa banyak bapak asuh yang telah dimiliki Munawar mengatakan sampai sekarang masih dalam proses indentfikasi, contoh saja di Muaro Jambi ada sekitar 40 perusahaan yang terlibat dan perusahaan ini akan mengcover keseluruhan anak dan keluarga beresiko stunting di Muaro Jambi. "Setelah tahun baru ini nantinya akan di perluaskan lagi sehingga beberapa bulan kedepan diseluruh Provinsi Jambi memiliki bapak asuh stunting," katanya.

Sebenarnya bapak asuh stunting bukan target utama dalam percepatan penurunan stunting namun ada 30 persen keluarga resiko stunting dengan berbagai kebutuhan bisa tertanggulangi, 

Munawar berharap pada 2023 menjadi momentum untuk semua keluarga resiko stunting dan anak stunting bisa tercover oleh perusahaan dan stakeholder yang terlibat.

"Sehingga masalah anak dan keluarga resiko stunting bisa teratasi di Provinsi Jambi," tutupnya. (tna)



Artikel Rekomendasi