JAMBERITA.COM- Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi Dr. Munawar Ibrahim mengatakan jumlah Keluarga beresiko stunting di Provinsi Jambi mencapai 100.649 keluarga.
Berdasarkan data keluarga beresiko stunting Provinsi Jambi, keluarga beresiko stunting tertinggi berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) sebanyak 13.360 keluarga dan terendah berada di Kota Sungai Penuh berjumlah 2.296 keluarga.
"Tingginya angka keluarga beresiko stunting, BKKBN Provinsi Jambi telah melakukan pendampingan kepada 20.467 keluarga atau sebesar 20.34 persen,"katanya. Rabu (28/12/22).
Munawar menjelaskan BKKBN Provinsi Jambi tidak hanya melakukan pendampingan keluarga beresiko stunting saja, namun juga mereka melakukan pendampingan kepada Calon Pengantin (Catin) dan Pus.
"Berdasarkan data ELSIMIL pernovember tahun 2022 berjumlah 7.200 atau dengan persentase cukupan besar 27.87 persen sedangkan untuk jumlah Catin yang mendapatkan pendampingan sebanyak 4.808 atau sekitar 66.78 persen yang mendapatkan pendampingan dari jumlah tersebut sebanyak 3.782 Catin yang beresiko,"jelasnya.
Berdasarkan Surveilens keluarga beresiko stunting berdasarkan Verval data PK 21 ada 27.426 Baduta, 65.300 Balita dan 5.907 ibu hamil yang beresiko stunting."Masih tingginya angka ini, membuat kita bersama bekerjasama mengentaskan dan menurunkan angka ini kedepan, sehingga tahun depan angka ini bisa turun,"tutupnya.(tna)
BKKBN Bersama TPPS Provinsi Jambi Gelar Rapat Koordinasi Dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting
Fantastis, Selama 2022 PTPN VI Jambi Kucurkan Dana CSR Rp1,3 Miliar
Hari Ini, UIN STS Jambi Mewisuda 1.320 Lulusan Terbaik Periode Desember 2022
Tak Ada Duanya, Dalam Sehari SAH Gelar 3 Acara Membesarkan Gerindra
Tim DPRD Provinsi Jambi Berhasil Kalahkan Tim Gubernur Jambi Pada Pembukaan Turnamen Bulu Tangkis
Peringatan HUT Ke-11,Jadi Momentum Mempererat Hubungan Sesama Anggota
Geger Simpang Siur Lahan, Benarkah Anggaran Rp12 M Bengkak Jadi Rp15 M? Ini Fakta Mengejutkannya!

