JAMBERITA.COM- Tingginya angka Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Jambi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) minta Pemerintah berikan perhatian lebih.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan Perempuan dan anak (UPTD-PPA) Provinsi Jambi Asi Noprini mengatakan, dari Januari 2022 sampai dengan akhir Desember 2022 total ada sebanyak 188 kasus terlapor.
Diketahui dari tahun ke tahun angka kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat ini dibuktikan dengan data yang ada, pertama pada tahun 2020 ada sebanyak 128 laporan, tahun 2021 sebanyak 134 laporan dan 2022 sebanyak 188 laporan.
"Pada tahun 2022, angka kekerasan kita jauh lebih tinggi, untuk anak saja selama tahun 2022 sebanyak 110 orang anak," katanya pada Jamberita.com (11/1/23).
Sementara ini untuk awal tahun 2023, UPTD-PPA Provinsi Jambi sudah menerima 5 laporan yang terdiri dari kekerasan seksual, fisik, dan rumah tangga.
"Kita berharap dari tingginya angka kekerasan yang terjadi terhadap anak dan perempuan yang terjadi khususnya di Provinsi Jambi bisa menarik dan pemerintah bisa memberikan perhatian lebih," tuturnya. (Tna)
Sinergi BUMN Indonesia-Malaysia Perkuat Daya Saing CPO Dunia
SAH Minta Semua Sektor Industri di Provinsi Jambi Perhatikan Keselamatan Kerja
Selain Kota Jambi dan Bungo, BPS Provinsi Jambi Akan Masukkan Kerinci Untuk Hitung Inflasi
Cari Aman Saat Naik Motor, Ini Tips Menikung yang Tepat saat Berkendara
Migrasi Kendaraan Dinas Ke Mobil Listrik, Al Haris : Masih Mahal Harganya


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



