JAMBERITA.COM- Selama Triwulan pertama di tahun 2023 kasus kekerasan terhadap anak di Jambi terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi, baru awal tahun 2023, sudah puluhan kasus kekerasan terhadap anak yang mereka tangani.
Kepala DP3AP2 Lutfiah mengatakan sudah puluhan laporan yang masuk, baik kekerasan terhadap anak perempuan maupun laki-laki.
Untuk kekerasan terhadap anak perempuan sebanyak 27 kasus dan untuk anak laki-laki 23 kasus dengan total kasus yang mereka terima adalah 50 kasus.
Kata Lutfiah, jenis kekerasan yang anak-anak terima itu beragam baik kekerasan seksual, psikis, penelantaran dan lainya.
“Kalau untuk untuk anak perempuan, terbanyak kekerasan seksual dan psikis. Sementara anak laki-laki mayoritas mendapatkan kekerasan psikis,” katanya, saat dikonfirmasi. Jum'at (24/3/23).
Dari total laporan tersebut ada 22 orang anak laki-laki yang dilaporkan mendapatkan kekerasan psikis, sementara anak perempuan sebanyak 25 laporan.
Ada juga 11 orang anak laki-laki dilaporkan mendapatkan kekerasan seksual dan anak perempuan 23 laporan.
Menurut Lutfiah, pihaknya sudah memberikan pendampingan terhadap anak-anak tersebut.
Adapun pendampingan yang diberikan dimulai dari pendampingan psikologis yang berfungsi untuk memulihkan korban dari trauma atas apa yang telah dialaminya, selain itu pihak juga menyediakan psikolog untuk membantu proses pemulihan sang anak.
“Pendampingan yang diberikan adalah pendampingan psikologis. Jika laporan itu dilanjutkan sampai ke proses hukum, kita tetap dampingi juga,” lanjutnya.
Dari data DP3AP2, tahun 2020 lalu, ada 71 laporan kekerasan pada anak yang ditangani oleh pihak DP3AP2.
Kemudian pada tahun 2021, kasus yang dilaporkan ke DP3AP2 sebanyak 78 anak, dimana 54 merupakan kasus kekesaran seksual dan psikis pada anak perempuan, selebihnya pada anak laki.
Sementara tahun 2022, ada 110 laporan kekerasan pada anak, dan didampingi oleh pihaknya. Dimana, 85 kasus terjadi pada anak perempuan, sementara pada anak laki-laki sebanyak 25 kasus.
"Kasus kekerasan ini, bisa saja dilakukan oleh orang-orang sekitar korban. Bahkan kekerasan seksual juga bisa dilakukan oleh orang terdekat, di lingkup keluarga," pungkasnya. (Tna)
New Honda Vario 160, Dapatkan Promo DP Ringan dan Gratis Jaket Spesial
Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Targetkan 31 Maret Rekam Biometrik Haji Selesai Dilakukan
Bangga Jadi Saksi Lahirnya Perjalanan Yamaha Grand Filano di Jambi
Pembenaran Intelektual Tukang ; Catatan Batubara dan Kemiskinan di Provinsi Jambi
Hari Pertama Puasa, SAH Zikir dan Baca Qur'an Bareng Keluarga di Rumah
Noviardi : Batubara Merajalela, Jambi Terancam Kehilangan Keseimbangan Ekonomi
Lima Peserta Tuntaskan Program Pemagangan Nasional Angkatan 3 di Kanwil Kemenkum Jambi


